LENTERAMERAH – Warga Komplek Leppin, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memprotes pembangunan Julia Gabriel Preschool di Jalan Kramat I Nomor 11.
Keberatan utama mereka adalah rencana penggunaan jalan kompleks sebagai akses keluar-masuk sekolah. Warga juga mengeluhkan kebisingan, getaran alat berat, dan dugaan kerusakan rumah akibat aktivitas konstruksi.
Dalam pernyataan sikap pada Selasa, 13 Oktober 2026, warga menegaskan penolakan terhadap penggunaan jalan kompleks sebagai akses sekolah. Mereka menyatakan telah melayangkan somasi pertama melalui HAS & Partners pada 28 September 2026.
Kuasa hukum warga, Dr. Hanafi Tanawijaya, mengatakan pihaknya mendampingi warga untuk memperjuangkan hak mereka dan meminta pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran ketentuan zonasi permukiman.
“Bukan anti, tapi harus menghormati hak warga. Izin lingkungan kan diatur, meski telah membeli unit tapi tidak mengubah fungsinya,” ujar Hanafi.
“Kerusakan, karena menggunakan alat berat mengganggu ketertiban umum,” katanya.
Keberatan utama warga terletak pada rencana penggunaan jalan di dalam Komplek Leppin sebagai akses keluar-masuk Julia Gabriel Preschool. Mereka menilai jalan tersebut merupakan prasarana permukiman yang tidak semestinya dialihkan untuk menunjang aktivitas sekolah.
Warga meminta pengelola membuka dokumen rencana pembangunan, termasuk site plan, denah bangunan, desain akses, dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Mereka juga meminta kepastian tertulis bahwa jalan kompleks tidak akan digunakan sebagai akses sekolah.
Melalui somasi tersebut, warga memberikan waktu 7 x 24 jam kepada pihak pengelola untuk merespons keberatan mereka. Jika tidak ada penyelesaian, warga menyatakan akan mengadukan persoalan ini kepada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, serta Satpol PP.
Warga juga mempertimbangkan langkah hukum perdata atas dugaan perbuatan melawan hukum serta pengaduan terkait ketentuan bangunan dan kebisingan.
“Kami cinta kedamaian, kami terbuka musyawarah. Tapi jangan injak hak kami,” demikian pernyataan warga Komplek Leppin.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Julia Gabriel Preschool. ***




