LENTERAMERAH — Insinyur dari Universitas Negeri Instrumentasi Dirgantara St. Petersburg (GUAP), Rusia, mengembangkan perangkat penghubung yang memungkinkan peralatan dari generasi berbeda berkomunikasi dalam satu jaringan. Teknologi ini dirancang untuk mengintegrasikan perangkat lama dengan sistem baru tanpa harus mengganti seluruh peralatan yang sudah digunakan.
Menurut laporan Sociocenter pada 15 Oktober 2026, perangkat tersebut disebut intertechnology bridges atau jembatan antar-teknologi. Fungsinya adalah menghubungkan antarmuka dan protokol komunikasi berbeda agar perangkat yang sebelumnya tidak kompatibel dapat bekerja bersama.
Mengatasi hambatan integrasi teknologi
Penerapan teknologi baru di industri dirgantara sering menghadapi persoalan kompatibilitas. Produsen platform, pengembang sistem, dan pembuat perangkat harus menyesuaikan produk mereka sebelum teknologi baru dapat diterapkan secara luas.
Situasi ini dapat menciptakan lingkaran masalah. Perangkat baru sulit dikembangkan tanpa permintaan pasar, sedangkan permintaan tidak tumbuh ketika infrastruktur pendukungnya belum tersedia.
Wakil Direktur Pusat Penelitian Dirgantara GUAP, Aleksei Syshchikov, menjelaskan fungsi perangkat tersebut dalam laporan Sociocenter.
“Pada dasarnya, jembatan ini adalah perangkat dengan fungsi terbatas yang memungkinkan berbagai antarmuka dihubungkan satu sama lain serta mengintegrasikan peralatan generasi sebelumnya ke dalam sistem baru, dan sebaliknya,” kata Syshchikov.
Menurutnya, gagasan utama teknologi tersebut adalah membuat perpindahan ant arstandar berlangsung lebih mudah, cepat, dan ekonomis.
Mengurangi biaya dan mempercepat pembaruan
Pengujian teknologi ini menggunakan standar jaringan onboard SpaceWire yang dikembangkan dan didaftarkan oleh GUAP. Meski pengujian awal menggunakan standar tersebut, para pengembang menilai penerapannya dapat diperluas ke berbagai sektor yang membutuhkan integrasi protokol dan peralatan berbeda.
Salah satu manfaatnya adalah mengurangi kebutuhan modifikasi perangkat. Jika integrasi sebelumnya mengharuskan banyak perangkat lama diubah agar kompatibel dengan jaringan baru, penggunaan satu perangkat penghubung dapat menyederhanakan proses tersebut.
Teknologi ini juga memungkinkan pembaruan secara bertahap. Modul baru dapat ditambahkan dan diuji tanpa harus langsung mengganti seluruh infrastruktur yang masih berfungsi.
Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Dirgantara GUAP, Valentin Olenev, menekankan manfaat pendekatan tersebut bagi industri.
“Jembatan antar-teknologi merupakan alat yang memungkinkan teknologi baru diterapkan tanpa membongkar infrastruktur yang sudah ada secara revolusioner beserta risiko finansial yang menyertainya,” ujar Olenev, sebagaimana dikutip Sociocenter.
Pengembangan menuju jaringan nirkabel
Tahap berikutnya mencakup perluasan kombinasi standar yang didukung, termasuk integrasi jaringan kabel dengan teknologi nirkabel seperti LoRa, Wi-Fi, LTE, dan GSM. Untuk LoRa, teknologi ini memungkinkan perangkat sederhana berkomunikasi dalam jarak jauh dengan kebutuhan daya relatif rendah.
Tim pengembang juga berencana membawa teknologi tersebut ke lini produk komersial. Sociocenter melaporkan bahwa prototipe yang telah dibuat siap diperlihatkan kepada mitra industri.
Proyek ini dijalankan melalui program Prioritas 2030 Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia, sebagai bagian dari proyek nasional Pemuda dan Anak. ***




