LENTERAMERAH — Ekspor minuman nonalkohol Tajikistan turun 63,4 persen selama Januari–September 2026 dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Pada saat yang sama, produksi minuman nonalkohol di negara Asia Tengah tersebut menyusut 20 persen, meskipun produksi air mineral justru meningkat.
Menurut laporan Asia-Plus, data Badan Statistik Tajikistan menunjukkan produksi minuman nonalkohol mencapai 280,3 juta dekaliter selama sembilan bulan pertama 2026. Sementara itu, data Dinas Bea Cukai Tajikistan mencatat volume ekspor turun dari 9.390 ton menjadi 3.440 ton.
Kazakhstan dan Kirgistan menjadi pasar utama
Penurunan ekspor tersebut terjadi di tengah konsentrasi penjualan pada sejumlah pasar regional. Kazakhstan menjadi tujuan ekspor terbesar dengan volume 2.840 ton, disusul Kirgistan sebanyak 505 ton.
Sejumlah pengiriman dalam jumlah lebih kecil juga tercatat menuju Uzbekistan dan Turkmenistan. Data yang dilaporkan Asia-Plus tidak merinci nilai ekspor dalam mata uang maupun harga jual produk selama periode tersebut.
Produksi air mineral justru meningkat
Di tengah penurunan produksi minuman nonalkohol secara keseluruhan, produksi air mineral Tajikistan meningkat 43,1 persen. Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa kinerja produksi tidak seragam di seluruh kategori minuman.
Namun, data yang tersedia belum menjelaskan jenis minuman nonalkohol apa yang paling besar mengalami penurunan, maupun faktor yang mendorong kontraksi ekspor. Belum tersedia pula rincian mengenai perubahan permintaan di negara tujuan, kapasitas produksi industri, atau hambatan perdagangan yang mungkin memengaruhi kinerja sektor tersebut. ***




