Iran Ancam Bikin Wilayah Pendudukan Israel tak Layak Huni dalam Kurang dari Satu Jam

Ebrahim Azizi memperingatkan bahwa wilayah pendudukan dapat dibuat tak layak huni dalam waktu kurang dari satu jam jika kepentingan nasional Iran diserang. Netanyahu, sementara itu, menyerukan penggulingan rezim Iran.
Ebrahim Azizi memperingatkan bahwa wilayah pendudukan dapat dibuat tak layak huni dalam waktu kurang dari satu jam jika kepentingan nasional Iran diserang. Netanyahu, sementara itu, menyerukan penggulingan rezim Iran.

LENTERAMERAH — Anggota parlemen Iran Ebrahim Azizi memperingatkan bahwa setiap tindakan terhadap keamanan dan kepentingan nasional Iran dapat membuat wilayah pendudukan tidak layak dihuni dalam waktu kurang dari satu jam. Peringatan itu disampaikan melalui unggahan media sosial yang dalam tangkapan layar diterjemahkan platform dari bahasa Ibrani.

Azizi tidak merinci jenis serangan atau sasaran yang dimaksud. Namun, pernyataannya membawa ancaman pembalasan Iran ke tingkat yang lebih keras, dengan wilayah pendudukan sebagai sasaran yang disebut secara eksplisit.

Peringatan tersebut muncul bersamaan dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menuduh pemerintahan Iran kembali berusaha mengembangkan senjata yang ia sebut sebagai “bom kematian”. Netanyahu menyebut Mojtaba Khamenei, pemimpin Iran saat ini, telah mengikuti jejak ayahnya dan menyatakan bahwa Iran kembali berupaya mengembangkan senjata tersebut.

Netanyahu mengatakan satu-satunya cara menghilangkan ancaman itu secara permanen adalah menggulingkan rezim Iran. Ia menyebut telah memberikan arahan kepada militer Israel, Mossad, dan aparat keamanan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pernyataan Netanyahu itu bukan sekadar ancaman terhadap kemampuan militer Iran, melainkan secara terbuka menempatkan pergantian rezim sebagai tujuan. Sebaliknya, pernyataan Azizi menegaskan bahwa Iran mengancam akan membalas apabila keamanan dan kepentingan nasionalnya diserang.

Iran beri Hezbollah pilihan untuk tidak ikut perang

Di tengah pertukaran ancaman tersebut, laporan Asharq Al-Awsat menyebut Iran telah menyampaikan pesan kepada Hezbollah bahwa kelompok Lebanon itu tidak diwajibkan membantu jika perang baru dengan Amerika Serikat pecah.

Menurut laporan yang dikutip dalam materi sumber, Wakil Menteri Luar Negeri Iran bertemu dengan anggota parlemen dari Hezbollah dan sekutunya, gerakan Amal, di Beirut pada awal bulan. Pesan yang dilaporkan disampaikan singkat, yakni Hezbollah tidak harus ikut berperang.

Pejabat Iran itu disebut menilai kemungkinan perang baru lebih besar daripada tercapainya kesepakatan dengan Washington. Ia juga dilaporkan mengatakan Iran siap menyerang Israel apabila negara tersebut bergabung dalam serangan Amerika Serikat.

Sementara itu, Amerika Serikat disebut telah menghubungi Presiden Lebanon untuk meminta agar Lebanon dan Hezbollah tidak terseret ke dalam konflik berikutnya. Laporan yang sama menyebut Hezbollah sebelumnya menembakkan enam rudal ke Israel setelah Ali Khamenei terbunuh pada akhir Februari, meskipun kelompok itu sebelumnya berjanji tidak akan terlibat. ***