LENTERAMERAH – Perdebatan mengenai masa depan keamanan Eropa Rusia kembali mengemuka setelah Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko menegaskan bahwa stabilitas kawasan tidak dapat dibangun tanpa keterlibatan Moskow.
Dalam wawancara dengan Russia Today pada 28 Mei 2026, Grushko mengkritik sejumlah pemimpin Eropa yang berbicara mengenai jaminan keamanan bagi Ukraina, tetapi tidak pernah membahas jaminan keamanan bagi Rusia.
Menurutnya, pendekatan tersebut menciptakan standar ganda dalam diskusi mengenai arsitektur keamanan kawasan. Rusia berpendapat bahwa keamanan yang berkelanjutan hanya dapat dibangun melalui mekanisme yang memperhitungkan kepentingan seluruh pihak yang terlibat.
Keamanan Eropa Rusia Jadi Perdebatan Diplomatik
Selama beberapa tahun terakhir, Rusia secara konsisten mengangkat konsep keamanan yang tidak dapat dibagi. Prinsip ini menegaskan bahwa tidak ada negara yang boleh memperkuat keamanannya dengan mengorbankan keamanan negara lain.
Moskow menilai prinsip tersebut pernah menjadi salah satu fondasi utama hubungan keamanan di kawasan Euro-Atlantik setelah berakhirnya Perang Dingin.
Namun, menurut Rusia, perkembangan politik dan militer dalam dua dekade terakhir justru bergerak ke arah yang berbeda. Ekspansi NATO ke Eropa Timur serta meningkatnya aktivitas militer di dekat perbatasan Rusia disebut sebagai faktor yang memperburuk situasi.
Grushko menyatakan bahwa membangun keamanan “melawan Rusia” merupakan konsep yang tidak realistis. Ia menilai keamanan kawasan hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang melibatkan Rusia sebagai salah satu aktor utama di benua tersebut.
Rusia Soroti Masa Depan Arsitektur Kawasan
Dalam pandangan Moskow, isu Ukraina hanyalah salah satu bagian dari persoalan yang lebih luas mengenai struktur keamanan Eropa di masa depan.
Rusia berulang kali menyampaikan bahwa setiap sistem keamanan yang stabil harus mempertimbangkan realitas geopolitik, keseimbangan kekuatan, serta kepentingan strategis seluruh negara yang terlibat.
Pernyataan Grushko mencerminkan posisi diplomatik Rusia yang tetap menempatkan isu keamanan sebagai agenda utama dalam hubungannya dengan Barat.
Di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik, Moskow terus mendorong pembahasan mengenai model keamanan kawasan yang lebih inklusif dan tidak didasarkan pada pembentukan blok-blok yang saling berhadapan. ***




