LENTERAMERAH – Hambatan perdagangan EAEU kembali menjadi perhatian dalam Sidang Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi yang berlangsung di Astana, Kazakhstan, pada 29 Mei 2026. Dalam forum tersebut, Presiden Belarus Alexandr Lukashenko menyoroti masih adanya berbagai pembatasan internal yang menghambat efektivitas integrasi ekonomi kawasan. Seperti diberitakan BelTA, isu tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pembahasan para pemimpin negara anggota.
Menurut Lukashenko, integrasi ekonomi tidak akan berjalan maksimal apabila negara-negara anggota masih mempertahankan berbagai pembatasan yang menghambat arus barang dan kerja sama industri.
Hambatan Perdagangan EAEU Jadi Kritik Utama
EAEU dibentuk untuk menciptakan pasar bersama yang lebih terintegrasi bagi Belarus, Rusia, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgizstan.
Namun dalam praktiknya, sejumlah hambatan masih ditemukan di berbagai sektor ekonomi. Beberapa negara anggota dinilai tetap mempertahankan kebijakan yang membatasi akses produk dari sesama anggota.
Lukashenko memperingatkan bahwa kondisi tersebut bertentangan dengan semangat pembentukan pasar tunggal Eurasia.
Menurutnya, integrasi ekonomi tidak boleh hanya menjadi konsep di atas dokumen. Kebijakan yang menghambat perdagangan internal harus dikurangi agar manfaat organisasi dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha.
Integrasi Ekonomi Eurasia Hadapi Tantangan Internal
Selain hambatan perdagangan, Lukashenko juga menyinggung kecenderungan munculnya proteksionisme di dalam kawasan.
Alih-alih membuka pasar secara lebih luas, sejumlah kebijakan nasional justru dianggap menciptakan hambatan baru bagi perusahaan yang ingin beroperasi lintas negara anggota.
Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan penting dalam KTT EAEU tahun ini, terutama ketika organisasi sedang berupaya meningkatkan daya saing ekonomi di tengah perubahan global.
Para pemimpin negara anggota juga membahas langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama industri, logistik, dan perdagangan agar pasar Eurasia menjadi lebih terintegrasi.
Bagi Lukashenko, keberhasilan EAEU tidak akan ditentukan oleh banyaknya perjanjian yang ditandatangani, melainkan oleh kemampuan organisasi menghilangkan hambatan yang masih menghalangi aktivitas ekonomi di dalam kawasan. ***



