Mengapa IMF Menciptakan SDR dan Bukan Mencetak Dolar?

Di balik upaya Venezuela mengakses dana SDR, terdapat sejarah panjang yang berawal dari krisis sistem keuangan internasional lebih dari setengah abad lalu.
SDR diciptakan IMF pada 1969 ketika dunia menghadapi kekhawatiran kekurangan cadangan devisa internasional.
SDR diciptakan IMF pada 1969 ketika dunia menghadapi kekhawatiran kekurangan cadangan devisa internasional.

LENTERAMERAH – Upaya Venezuela memperoleh akses terhadap sekitar US$5 miliar dana Special Drawing Rights (SDR) kembali membuat instrumen keuangan internasional tersebut menjadi sorotan. Sebagaimana dilaporkan Venezuelanalysis.com, Caracas menilai dana SDR dapat membantu mendukung kebutuhan infrastruktur dan layanan publik tanpa harus mengambil pinjaman baru dari IMF.

Namun muncul pertanyaan yang jarang dibahas. Jika IMF ingin membantu negara-negara anggota, mengapa lembaga itu menciptakan SDR dan bukan sekadar membagikan dolar AS?

Berawal dari Krisis Sistem Moneter

SDR lahir pada 1969 ketika dunia masih menggunakan sistem Bretton Woods.

Saat itu banyak mata uang dipatok terhadap dolar AS, sementara dolar sendiri dikaitkan dengan cadangan emas Amerika Serikat.

Masalah mulai muncul ketika perdagangan global tumbuh jauh lebih cepat dibanding ketersediaan emas dan dolar yang digunakan sebagai cadangan internasional.

Negara-negara mulai khawatir dunia akan mengalami kekurangan aset cadangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global.

IMF Mencari Solusi

Untuk mengatasi persoalan tersebut, IMF menciptakan SDR sebagai aset cadangan internasional baru.

Tujuannya bukan menggantikan dolar atau emas, melainkan melengkapi sistem yang sudah ada.

Dengan cara itu, negara anggota memperoleh tambahan cadangan devisa tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan dolar atau emas.

Langkah tersebut dianggap sebagai salah satu inovasi terbesar dalam sejarah IMF.

Bukan Mata Uang Dunia

Meski sering disebut sebagai “uang IMF”, SDR sebenarnya bukan mata uang global.

SDR tidak digunakan untuk membeli barang di pasar, tidak beredar di toko, dan tidak bisa dipakai seperti dolar atau euro.

Fungsinya lebih mirip aset cadangan yang dapat ditukar menjadi mata uang lain ketika negara membutuhkan likuiditas tambahan.

Karena itu, keberadaan SDR tidak pernah menggantikan peran mata uang nasional.

Nilainya Terus Berubah

Pada awal pembentukannya, nilai SDR dikaitkan dengan emas.

Namun setelah sistem Bretton Woods runtuh pada awal 1970-an, IMF mengubah mekanisme penilaian SDR menjadi berbasis keranjang mata uang internasional.

Saat ini nilai SDR dihitung dari kombinasi dolar AS, euro, yuan China, yen Jepang, dan pound sterling Inggris.

Mekanisme tersebut membuat SDR lebih stabil dibanding jika hanya bergantung pada satu mata uang tertentu.

Masih Digunakan Hingga Kini

Lebih dari lima dekade setelah diperkenalkan, SDR tetap menjadi bagian penting dalam sistem keuangan internasional.

Instrumen ini kembali mendapat perhatian besar saat pandemi COVID-19 ketika IMF melakukan alokasi SDR terbesar dalam sejarah untuk membantu negara-negara anggota menghadapi tekanan ekonomi global.

Dana SDR yang kini ingin diakses Venezuela merupakan bagian dari mekanisme yang sama, yakni penyediaan cadangan internasional tambahan bagi negara anggota IMF. ***