Dari Kali Adem, Publik Melihat Ujung Krisis Sampah Jakarta

Video viral yang dibagikan Susi Pudjiastuti kembali menyoroti kondisi Kali Adem sebagai salah satu titik akumulasi sampah di Jakarta.
Kondisi Kali Adem menunjukkan bagaimana sampah dari daratan Jakarta akhirnya menumpuk di kawasan muara dan laut.

LENTERAMERAH – Video yang dibagikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali mengarahkan perhatian publik ke Kali Adem, salah satu kawasan pesisir di Jakarta Utara yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan sampah.

Rekaman drone memperlihatkan hamparan sampah yang mengapung di sekitar muara. Perahu nelayan terlihat harus melewati jalur yang dipenuhi plastik, kayu, dan berbagai limbah rumah tangga yang terbawa arus.

Kali Adem Jakarta Menjadi Titik Akumulasi

Secara geografis, Kali Adem berada di kawasan yang menerima aliran sampah dari berbagai sungai dan saluran air yang bermuara ke pesisir utara Jakarta. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini sebagai salah satu titik akumulasi limbah yang paling mudah terlihat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah berulang kali melakukan operasi pembersihan di kawasan tersebut. Namun tumpukan sampah terus muncul kembali seiring masuknya kiriman limbah dari daratan.

Sekretaris Jenderal Jaringan Aksi dan Kontrol Kebijakan (JACOBIN), Ivan Panusunan, menilai kondisi Kali Adem menunjukkan bahwa persoalan sampah Jakarta tidak dapat dipahami hanya dari volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

“Kalau ingin melihat hasil nyata pengelolaan sampah Jakarta, datanglah ke Kali Adem. Di sana terlihat apakah sistem bekerja atau tidak. Sampah yang sampai ke laut adalah sampah yang gagal dihentikan sebelumnya,” kata Ivan.

Menurut Ivan, perhatian terhadap kawasan muara masih terlalu kecil dibanding perhatian terhadap fasilitas pengangkutan dan pembuangan sampah di daratan.

Pansus Sampah DKI Diminta Turun ke Lapangan

Ivan mengatakan Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta perlu menjadikan Kali Adem sebagai lokasi prioritas untuk melihat dampak nyata dari persoalan sampah yang terus berulang.

“Jangan sampai Pansus hanya mengenal sampah dari ruang rapat dan paparan birokrasi. Mereka perlu melihat langsung kawasan muara yang setiap hari menerima konsekuensi dari kebijakan yang tidak berjalan efektif,” ujarnya.

Ia menilai kunjungan ke kawasan seperti Kali Adem penting agar evaluasi yang dilakukan DPRD tidak berhenti pada persoalan pengangkutan dan kapasitas tempat pembuangan akhir semata.

Video yang dibagikan Susi kembali memperlihatkan bahwa persoalan sampah Jakarta tidak berakhir ketika sampah meninggalkan rumah warga. Dalam banyak kasus, limbah tersebut justru muncul kembali di kawasan muara dan pesisir yang menjadi wajah terakhir dari rantai pengelolaan sampah ibu kota. ***