Video Susi Ungkap Masalah Lama yang Terus Mengotori Pesisir Jakarta

Video yang dibagikan Susi Pudjiastuti kembali menyoroti persoalan Sampah Pesisir Jakarta yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Tumpukan sampah di Muara Angke menunjukkan persoalan Sampah Pesisir Jakarta yang terus berulang meski berbagai program dijalankan.

LENTERAMERAH – Video kondisi Muara Angke yang dibagikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menampilkan wajah lain dari persoalan lingkungan ibu kota. Hamparan sampah yang mengapung di kawasan pesisir Jakarta Utara memperlihatkan bagaimana limbah rumah tangga akhirnya bermuara ke laut.

Rekaman udara yang beredar sejak 1 Juni 2026 menunjukkan tumpukan plastik, kayu, dan berbagai jenis sampah yang menutupi sebagian perairan di sekitar Muara Kali Adem. Kondisi tersebut telah berulang dalam berbagai periode, terutama saat volume kiriman sampah dari sungai meningkat.

Sampah Pesisir Jakarta Terus Berulang

Kawasan pesisir menjadi titik akhir dari berbagai aliran sungai yang melintasi Jakarta. Sampah yang tidak tertangani di lingkungan permukiman, saluran air, maupun badan sungai pada akhirnya akan terkumpul di kawasan muara.

Akibatnya, operasi pembersihan yang dilakukan secara berkala sering kali hanya mengurangi akumulasi sementara. Dalam beberapa bulan berikutnya, sampah kembali muncul dengan pola yang hampir sama.

Sekretaris Jenderal Jaringan Aksi dan Kontrol Kebijakan (JACOBIN), Ivan Panusunan, menilai fenomena yang terlihat di Muara Angke menunjukkan bahwa persoalan sampah Jakarta belum ditangani secara menyeluruh.

“Kita sering berbicara tentang sampah di daratan, tetapi lupa bahwa semua kegagalan itu pada akhirnya berkumpul di pesisir. Muara Angke memperlihatkan hasil akhir dari sistem yang belum bekerja secara efektif,” kata Ivan.

Menurut Ivan, perhatian terhadap kawasan pesisir masih jauh lebih kecil dibanding pembahasan mengenai pengangkutan dan pembuangan sampah di darat. Padahal dampak lingkungan yang muncul tidak kalah besar.

“Pesisir Jakarta seharusnya menjadi indikator keberhasilan atau kegagalan pengelolaan sampah. Kalau sampah masih membentuk hamparan luas di kawasan muara, maka ada persoalan mendasar yang belum terselesaikan,” ujarnya.

Kritik untuk Pansus Sampah DKI

Ivan juga mempertanyakan mengapa isu sampah pesisir belum terlihat menjadi perhatian utama Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta.

Menurutnya, Pansus tidak cukup hanya mengevaluasi persoalan di Bantargebang atau fasilitas pengolahan sampah. Pengawasan juga perlu menyentuh kawasan hilir yang menjadi tempat berkumpulnya limbah dari berbagai wilayah Jakarta.

“Kalau Pansus ingin mengevaluasi pengelolaan sampah Jakarta secara utuh, mereka harus melihat apa yang terjadi di pesisir. Muara Angke bukan persoalan terpisah, melainkan bagian dari rantai yang sama,” kata Ivan.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terbaru dari Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta terkait video viral yang memperlihatkan kondisi perairan Muara Angke. ***