LENTERAMERAH – Ketika sejumlah negara Eropa berupaya mengurangi penggunaan gambut karena alasan lingkungan, Belarus mengambil jalur berbeda. Negara itu masih mempertahankan gambut sebagai salah satu komponen penting dalam sistem energi nasional.
Program Na Kontrole Prezidenta yang ditayangkan kanal NEWS.BY menyoroti bagaimana gambut tetap menjadi bagian dari kebijakan energi Belarus bersama pelet dan kayu chip dalam upaya mengurangi konsumsi gas alam.
Gambut Belarus Masih Diproduksi dalam Skala Besar
Pemerintah Belarus menargetkan ekstraksi sekitar 2 juta ton gambut pada 2026. Dari jumlah tersebut, sebagian akan diolah menjadi lebih dari 800 ribu ton briket dan bahan bakar berbasis gambut untuk kebutuhan energi domestik maupun pasar ekspor.
Produksi tersebut menunjukkan bahwa sektor gambut masih memiliki posisi strategis dalam kebijakan energi negara.
Belarus memiliki cadangan gambut yang cukup besar dan telah memanfaatkannya selama puluhan tahun sebagai sumber energi alternatif. Di tengah upaya meningkatkan penggunaan bahan bakar lokal, sumber daya ini kembali memperoleh perhatian karena dianggap mampu membantu mengurangi konsumsi gas alam.
Lebih Murah dan Mudah Diakses
Salah satu alasan utama pemerintah mempertahankan penggunaan gambut adalah faktor ekonomi. Infrastruktur produksi dan distribusi telah tersedia di berbagai wilayah, sehingga biaya pemanfaatannya relatif kompetitif dibandingkan sumber energi lainnya.
Selain itu, banyak fasilitas pemanas dan boiler yang telah dirancang atau dimodifikasi untuk menggunakan bahan bakar berbasis gambut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Belarus juga meningkatkan ekspor produk gambut. Pasar Asia, termasuk China, menjadi salah satu tujuan yang menunjukkan pertumbuhan permintaan.
Data resmi menunjukkan ekspor gambut Belarus ke China meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya pemanfaatan produk berbasis gambut untuk sektor pertanian dan energi.
Bagian dari Strategi Diversifikasi
Pengembangan gambut berjalan bersamaan dengan perluasan penggunaan pelet, kayu chip, dan biomassa lainnya dalam sistem energi Belarus.
Pemerintah memasukkan sektor ini ke dalam Program Negara untuk Energi Berkelanjutan dan Efisiensi Energi 2026–2030 yang bertujuan meningkatkan penggunaan sumber daya domestik dalam neraca energi nasional.
Lebih dari 7.000 fasilitas energi di Belarus kini telah menggunakan bahan bakar lokal. Sebagian di antaranya memanfaatkan gambut sebagai sumber energi utama, terutama di wilayah yang dekat dengan lokasi produksi dan pengolahan bahan bakar tersebut. ***



