LENTERAMERAH – Upah minimum nasional Kazakhstan pada 2026 tetap berada di level 85.000 tenge per bulan atau sekitar Rp3,1 juta berdasarkan kurs sekitar Rp36 per tenge. Angka tersebut tidak mengalami perubahan sejak mulai diberlakukan pada Januari 2024.
Meski demikian, biaya hidup di dua kota terbesar Kazakhstan, Astana dan Almaty, menunjukkan gambaran yang berbeda.
Data yang dihimpun dari berbagai sumber statistik dan biaya hidup menunjukkan kebutuhan bulanan masyarakat di kedua kota tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan upah minimum nasional.
Astana Butuh Hingga Rp23 Juta per Bulan
Di Astana, seorang lajang yang menyewa tempat tinggal diperkirakan membutuhkan sekitar 450.000 hingga 650.000 tenge per bulan.
Dengan kurs saat ini, angka tersebut setara sekitar Rp16,2 juta hingga Rp23,4 juta per bulan.
Komponen terbesar berasal dari biaya sewa apartemen yang dapat mencapai 180.000–300.000 tenge atau sekitar Rp6,5 juta hingga Rp10,8 juta per bulan.
Selain itu, pengeluaran untuk makanan, transportasi, utilitas, dan kebutuhan sehari-hari turut menyumbang porsi besar dalam anggaran rumah tangga.
Almaty Lebih Mahal
Biaya hidup di Almaty bahkan lebih tinggi.
Seorang lajang yang tinggal sendiri diperkirakan membutuhkan sekitar 550.000–800.000 tenge per bulan atau sekitar Rp19,8 juta hingga Rp28,8 juta.
Sewa apartemen satu kamar di pusat kota dapat mencapai 250.000–400.000 tenge atau sekitar Rp9 juta hingga Rp14,4 juta per bulan.
Harga makanan, layanan, dan hiburan di Almaty juga umumnya lebih tinggi dibandingkan Astana.
Karena itu, Almaty sering disebut sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi di Kazakhstan.
Jauh di Atas Upah Minimum
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa upah minimum nasional hanya mencakup sebagian kecil dari kebutuhan hidup di kota-kota besar.
Meski upah minimum digunakan sebagai standar dasar perlindungan tenaga kerja, sebagian besar pekerja di Kazakhstan menerima pendapatan yang lebih tinggi dari angka tersebut.
Data resmi menunjukkan rata-rata gaji bulanan di Kazakhstan berada di kisaran 380.000 tenge atau sekitar Rp13,7 juta per bulan.
Namun angka rata-rata tersebut juga masih berada di bawah estimasi biaya hidup bagi sebagian penduduk yang tinggal di Astana maupun Almaty, terutama mereka yang harus menyewa tempat tinggal sendiri.
Pemerintah Kazakhstan sebelumnya menyatakan sedang mengkaji reformasi metodologi perhitungan upah minimum dan membahas kemungkinan kenaikan bertahap pada tahun-tahun mendatang, termasuk target jangka panjang mencapai 150.000 tenge per bulan. ***



