Warga Uzgen Mengaku Diusir karena Tidak Memiliki Anak Laki-laki

Seorang warga Uzgen mengaku mendapat tekanan untuk meninggalkan rumah keluarganya karena tidak memiliki anak laki-laki.
Kasus di Uzgen menjadi perhatian publik setelah seorang perempuan mengaku mendapat tekanan karena hanya melahirkan anak perempuan.

LENTERAMERAH – Kasus wanita Uzgen diusir menjadi perhatian publik di Kirgistan setelah seorang perempuan mengaku mendapat tekanan untuk meninggalkan rumah yang ditempatinya bersama anak-anaknya karena tidak memiliki anak laki-laki.

Menurut laporan 24KG News Kyrgyzstan, perempuan tersebut menyebut pihak yang menekan dirinya adalah saudara iparnya, Tagdyr Tashtanbek uulu, yang merupakan anggota kenesh atau dewan lokal.

Dalam keterangannya kepada media, ia mengaku tetap bertahan di rumah tersebut karena tidak ingin anak-anak perempuannya kehilangan tempat tinggal.

“Saudara ipar saya adalah anggota kenesh Tagdyr Tashtanbek uulu. Dia meminta saya meninggalkan rumah dan semua orang menuruti perkataannya. Dia datang ke rumah kami dan mengatakan bahwa saya tidak ikut mengeluarkan uang untuk membangun rumah ini,” ujarnya.

Perempuan itu juga mengaku saudara iparnya menyatakan bahwa dirinya harus pergi karena tidak melahirkan anak laki-laki.

Sengketa Rumah Jadi Sorotan

Menurut pengakuan perempuan tersebut, rumah yang ditempatinya saat ini didaftarkan atas nama ibu mertuanya. Ia menilai kondisi tersebut dimanfaatkan untuk menekan dirinya agar meninggalkan rumah bersama anak-anaknya.

Kasus ini kemudian berkembang menjadi sengketa yang tidak hanya menyangkut kepemilikan rumah, tetapi juga posisi perempuan dan anak-anak dalam lingkungan keluarga besar. Laporan 24KG News Kyrgyzstan menyebut persoalan tersebut mendapat perhatian luas karena melibatkan seorang pejabat lokal yang memiliki pengaruh di wilayahnya.

Pemerintah Daerah Turut Merespons

Perwakilan Presiden Kirgistan untuk wilayah Osh, Amankan Kenzhebaev, telah menanggapi kasus tersebut. Menurut laporan 24KG News Kyrgyzstan, Kenzhebaev meminta perempuan itu menghubungi Ketua Pengadilan Wilayah Osh untuk memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah hukum yang dapat ditempuh.

Arahan tersebut diberikan setelah kasus yang dialaminya menjadi perhatian masyarakat dan media lokal.

Sorotan terhadap Diskriminasi Gender

Kasus wanita Uzgen diusir juga memunculkan diskusi mengenai tekanan sosial yang masih dialami sebagian perempuan terkait keberadaan anak laki-laki dalam keluarga. Dalam keterangannya, perempuan tersebut menegaskan bahwa alasan utama dirinya diminta meninggalkan rumah adalah karena hanya memiliki anak perempuan.

Pernyataan itu memicu berbagai reaksi di media sosial Kirgistan, terutama terkait hak perempuan, perlindungan anak, serta perlakuan yang setara dalam lingkungan keluarga. ***