LENTERAMERAH – Cadangan minyak AS kembali menjadi perhatian setelah persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, turun hingga mendekati batas operasional minimum yang dibutuhkan untuk menjaga kelancaran distribusi energi.
Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan di Cushing berada di level sekitar 21,6 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni 2026. Angka tersebut turun tajam dibandingkan awal Mei dan semakin mendekati ambang sekitar 20 juta barel yang sering disebut sebagai batas operasional minimum sistem penyimpanan.
Cushing memiliki peran penting dalam industri energi Amerika Serikat karena menjadi titik pengiriman kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) sekaligus pusat jaringan pipa minyak terbesar di negara itu.
Menurut laporan CNN, apabila volume minyak turun terlalu rendah, tekanan dalam sistem pipa dapat terganggu sehingga menyulitkan distribusi minyak ke kilang maupun pasar energi domestik.
Gangguan Timur Tengah Percepat Penurunan Stok
Penurunan cadangan minyak AS terjadi di tengah meningkatnya ekspor energi Amerika Serikat untuk mengisi kekurangan pasokan global akibat gangguan di Timur Tengah.
Ketegangan yang melibatkan Iran dan jalur pelayaran di Selat Hormuz mendorong banyak pembeli internasional mencari pasokan alternatif dari Amerika Serikat.
Laporan Reuters menyebut persediaan sejumlah produk energi lain, termasuk bahan bakar diesel, juga berada pada level yang relatif rendah dibandingkan rata-rata historis.
Situasi tersebut membuat pasar energi semakin sensitif terhadap gangguan pasokan baru, cuaca ekstrem, maupun masalah operasional di sektor energi.
Negosiasi Iran Jadi Perhatian Pasar
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah analis menilai posisi Iran dalam pembicaraan yang berkaitan dengan Selat Hormuz dan berbagai kesepakatan regional menjadi semakin penting.
Menurut laporan Axios, pembahasan mengenai memorandum kesepahaman yang mencakup gencatan senjata, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta isu nuklir dan sanksi masih menghadapi berbagai perbedaan pandangan.
Sejumlah pengamat berpendapat bahwa semakin lama ketidakpastian berlangsung, semakin besar tekanan terhadap pasar energi global yang bergantung pada stabilitas arus minyak dari kawasan Teluk.
CNN melaporkan bahwa beberapa analis bahkan memperingatkan potensi lonjakan harga minyak yang signifikan apabila gangguan pasokan berlanjut sementara stok di Cushing terus menurun.
Harga minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir bergerak fluktuatif seiring perubahan ekspektasi pasar terhadap perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran serta kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. ***




