Pakar Properti Dorong Reformasi Pembelian Rumah di Kirgistan

Sejumlah pakar properti di Kirgistan mengusulkan penerapan rekening escrow agar dana pembeli rumah tidak langsung diterima pengembang sebelum proyek selesai.
Skema rekening escrow diusulkan untuk meningkatkan perlindungan pembeli properti dan mendorong pembiayaan proyek yang lebih aman di Kirgistan.

LENTERAMERAH – Sejumlah pakar properti di Kirgistan mengusulkan penerapan rekening escrow dalam transaksi pembelian rumah yang masih berada dalam tahap pembangunan.

Menurut laporan 24KG News Kyrgyzstan, gagasan tersebut tengah didorong oleh pakar properti Keldibek Maratbekov dan Umar Kyrgyz yang mempelajari berbagai praktik internasional terkait perlindungan pembeli rumah, pembiayaan proyek konstruksi, serta pengembangan pasar properti.

Saat ini, dana pembelian apartemen atau rumah yang masih dibangun umumnya langsung diterima oleh perusahaan pengembang.

Melalui skema baru yang diusulkan, dana pembeli akan ditempatkan terlebih dahulu pada rekening khusus di bank dan baru dapat dicairkan kepada pengembang setelah proyek selesai dibangun serta memperoleh izin operasional.

Cara Kerja Rekening Escrow

Dalam sistem yang diusulkan, bank berperan sebagai pihak penengah yang menyimpan dana pembeli selama proses pembangunan berlangsung.

Dana tersebut tidak dapat digunakan langsung oleh pengembang hingga seluruh kewajiban pembangunan terpenuhi sesuai perjanjian.

Model ini berbeda dengan praktik yang selama ini banyak digunakan di pasar properti Kirgistan, di mana pembeli membayar langsung kepada pengembang pada tahap awal proyek.

Para pendukung kebijakan tersebut menilai sistem escrow dapat memberikan perlindungan yang lebih besar bagi konsumen apabila proyek mengalami keterlambatan, gagal dibangun, atau pengembang menghadapi masalah keuangan.

Pembiayaan Proyek Ikut Berubah

Penerapan rekening escrow Kirgistan juga berkaitan dengan konsep pembiayaan proyek atau project financing.

Dalam model ini, pengembang tidak lagi mengandalkan dana pembeli sebagai sumber utama pembangunan.

Sebaliknya, pembangunan dibiayai melalui kredit proyek yang disediakan bank, sementara dana konsumen tetap tersimpan aman hingga proyek selesai.

Skema tersebut memungkinkan bank melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan dana pembangunan dan perkembangan proyek.

Karena itu, banyak negara menggunakan kombinasi escrow dan pembiayaan proyek untuk meningkatkan transparansi sektor properti.

Terinspirasi dari Pengalaman Negara Lain

Menurut 24KG News Kyrgyzstan, para penggagas reformasi tersebut mempelajari berbagai pengalaman internasional dalam perlindungan pembeli rumah.

Salah satu referensi yang sering dibahas adalah penerapan rekening escrow di Rusia yang mulai diberlakukan secara luas pada 2019.

Model serupa juga diterapkan dalam berbagai bentuk di sejumlah negara lain yang ingin mengurangi risiko proyek mangkrak dan sengketa antara pengembang dengan pembeli.

Usulan tersebut masih berada dalam tahap pembahasan dan kajian. Namun para pendukungnya menilai reformasi ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor properti sekaligus memperkuat standar pembiayaan pembangunan perumahan di Kirgistan. ***