LENTERAMERAH – Fenomena kodokushi Jepang kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan puluhan ribu warga ditemukan meninggal sendirian di rumah sepanjang 2025.
Menurut data Badan Kepolisian Nasional Jepang yang dikutip The Japan Times, sebanyak 76.941 orang ditemukan meninggal sendirian di kediamannya selama tahun fiskal 2025. Angka tersebut meningkat 921 kasus dibandingkan periode sebelumnya.
Mayoritas korban merupakan kelompok lanjut usia. Dari total kasus yang tercatat, sekitar 58.919 orang atau 76,6 persen berusia 65 tahun ke atas.
Data tersebut menggambarkan tantangan besar yang dihadapi Jepang sebagai salah satu negara dengan populasi tertua di dunia.
Ribuan Korban Baru Ditemukan Setelah Berhari-hari
Fenomena kodokushi Jepang tidak hanya berkaitan dengan kematian yang terjadi dalam kesendirian, tetapi juga lamanya waktu sebelum korban ditemukan.
Menurut laporan Nippon.com, sekitar 22.222 kasus termasuk kategori koritsushi, yaitu korban yang baru ditemukan setidaknya delapan hari setelah meninggal dunia.
Bahkan sekitar 7.148 orang baru ditemukan setelah lebih dari satu bulan.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak warga yang hidup tanpa interaksi sosial rutin dengan keluarga, tetangga, atau komunitas sekitar.
Laporan Deutsche Welle menyebut Jepang saat ini memiliki hampir 30 persen penduduk berusia 65 tahun ke atas. Pada saat yang sama, jumlah rumah tangga beranggotakan satu orang terus meningkat sementara model keluarga multigenerasi semakin berkurang.
Yakult Lady Jadi Jaringan Sosial Informal
Di tengah meningkatnya jumlah lansia yang hidup sendiri, sejumlah perusahaan swasta mulai memainkan peran sosial yang tidak biasa.
Salah satu yang paling dikenal adalah jaringan pengantar minuman probiotik Yakult atau Yakult Lady.
Laporan BBC menyebut ribuan petugas pengantar Yakult secara rutin mengunjungi pelanggan lanjut usia yang tinggal sendiri. Kunjungan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai layanan distribusi produk, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial dan pemantauan kondisi warga lanjut usia.
Apabila menemukan kondisi yang mencurigakan atau pelanggan tidak merespons seperti biasanya, mereka dapat melaporkan hal tersebut kepada keluarga atau pihak terkait.
Di sejumlah daerah, program tersebut bahkan dijalankan melalui kerja sama dengan pemerintah lokal sebagai bagian dari upaya mengurangi isolasi sosial di kalangan lansia.
Menurut proyeksi yang dikutip Nippon.com, rumah tangga satu orang diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa dekade mendatang, menjadikan persoalan kesepian dan isolasi sosial sebagai salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi masyarakat Jepang. ***




