LENTERAMERAH – Rusia resmi memasukkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi drone ke dalam kurikulum sekolah. Kebijakan tersebut diumumkan Menteri Pendidikan Rusia, Sergey Kravtsov, sebagai bagian dari pembaruan materi pembelajaran.
AI akan diajarkan dalam mata pelajaran informatika. Sementara itu, pengoperasian drone menjadi bagian dari pelajaran prakarya (Trud) serta mata pelajaran Dasar-Dasar Keamanan dan Perlindungan Tanah Air.
AI Tak Sekadar Menggunakan Chatbot
Materi AI yang disiapkan tidak hanya mengajarkan penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Siswa juga akan diperkenalkan pada dasar pemrograman, algoritma, jaringan saraf tiruan (neural network), pemanfaatan data, hingga etika penggunaan AI.
Kebijakan tersebut diumumkan Kementerian Pendidikan Rusia sebagai bagian dari reformasi kurikulum nasional.
Drone Masuk Ruang Kelas
Pelajaran drone juga tidak hanya berfokus pada cara menerbangkan pesawat tanpa awak. Dalam mata pelajaran prakarya, siswa akan mempelajari komponen perangkat, perakitan dasar, pemeliharaan, hingga prinsip kerja teknologi drone.
Sementara pada mata pelajaran keamanan, pembelajaran diarahkan pada kemampuan mengoperasikan drone melalui simulator maupun latihan dasar di lapangan.
Sekolah Mulai Menyiapkan Keterampilan Masa Depan
Masuknya AI dan drone menunjukkan perubahan cara Rusia memandang pendidikan. Sekolah tidak lagi hanya diarahkan untuk mengajarkan teori, tetapi juga keterampilan yang dinilai akan dibutuhkan dalam dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Di saat banyak negara masih memperdebatkan apakah AI layak masuk ruang kelas, Rusia memilih menjadikannya bagian dari kurikulum nasional. Bersamaan dengan itu, teknologi drone juga diposisikan sebagai kompetensi baru yang perlu dikenalkan kepada siswa sejak bangku sekolah. ***




