Krisis BBM di Rusia Picu Warga Desa Kembali Mengandalkan Kuda

Kelangkaan bensin dan solar membuat warga pedesaan Rusia kembali mengandalkan kuda sebagai sarana kerja dan transportasi sehari-hari.
Warga desa di Rusia mulai beralih ke kuda akibat kelangkaan BBM. Permintaan melonjak, sementara harga kuda pekerja ikut terdongkrak.

LENTERAMERAH – Krisis bahan bakar yang melanda sejumlah wilayah Rusia mulai mengubah cara hidup masyarakat pedesaan. Di tengah kelangkaan bensin dan solar, banyak warga memilih membeli kuda pekerja karena dinilai lebih murah dan lebih mudah diandalkan untuk aktivitas sehari-hari.

Permintaan kuda dilaporkan meningkat beberapa kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Menurut laporan Mash, para peternak menyebut ribuan kuda telah terjual ke berbagai daerah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat desa.

Harga Kuda Ikut Naik

Harga seekor kuda pekerja kini berkisar 100.000 hingga 200.000 rubel, atau sekitar Rp18 juta hingga Rp36 juta dengan asumsi kurs Rp180 per rubel. Nilainya bergantung pada usia, ras, serta tingkat pelatihan hewan.

Kuda yang paling banyak dicari merupakan hewan berusia produktif yang sudah terbiasa menarik gerobak maupun membantu pekerjaan pertanian.

Antrean BBM Ubah Perhitungan Ekonomi

Bagi banyak petani, memelihara kuda dinilai lebih menguntungkan dibanding mengandalkan kendaraan bermotor. Selain harga BBM yang semakin sulit dijangkau, pasokan bensin dan solar di sejumlah daerah juga dilaporkan terbatas sehingga warga harus mengantre dalam waktu lama.

Di wilayah pedesaan, kuda masih mampu digunakan untuk mengangkut hasil panen, kayu bakar, maupun peralatan pertanian. Pakan berupa rumput dan jerami juga relatif mudah diperoleh dibandingkan harus bergantung pada pasokan bahan bakar.

Permintaan Meningkat di Sejumlah Wilayah

Lonjakan pembelian dilaporkan terjadi di beberapa wilayah pertanian Rusia, termasuk Altai, Bashkortostan, Tatarstan, dan sejumlah daerah di Siberia. Kawasan-kawasan tersebut memiliki jarak antardesa yang cukup jauh dan sangat bergantung pada distribusi bahan bakar untuk kegiatan ekonomi.

Meningkatnya permintaan juga mulai memengaruhi pasar perlengkapan pendukung, seperti gerobak, pelana, hingga peralatan kerja tradisional. Bagi sebagian warga pedesaan, kuda kembali menjadi aset produktif yang mampu menjaga aktivitas pertanian tetap berjalan ketika pasokan BBM tidak lagi dapat diandalkan. ***