Mengapa Tan Paulin Dikaitkan dengan PT Gunung Bara Utama dalam Kasus Jiwasraya?

Nama Tan Paulin kembali dikaitkan dengan kasus Jiwasraya. Benarkah ada hubungan dengan PT Gunung Bara Utama?
Tan Paulin pengusaha batu bara yang disebut dalam penyidikan kasus tambang Kukar.
Tan Paulin kembali disorot dalam pengembangan penyidikan kasus tambang batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara.

LENTERAMERAH – Nama pengusaha batu bara Tan Paulin kembali muncul dalam pusaran pemberitaan. Kali ini bukan terkait pengembangan kasus gratifikasi tambang batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, melainkan polemik PT Gunung Bara Utama (GBU), perusahaan yang sahamnya menjadi bagian dari aset sitaan dalam perkara PT Asuransi Jiwasraya.

Kemunculan nama tersebut segera memunculkan pertanyaan di ruang publik. Benarkah Tan Paulin memiliki kaitan dengan PT Gunung Bara Utama? Ataukah kemunculan namanya hanya berkembang dari berbagai informasi yang belum utuh?

Pertanyaan itu semakin menguat karena sebelumnya Tan Paulin juga pernah menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan perkara gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Dalam perkara tersebut, rumah Tan Paulin di Surabaya pernah digeledah penyidik KPK pada Agustus 2024. Penyidik juga menyita sejumlah dokumen bisnis dan perangkat elektronik untuk kepentingan penyidikan.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu bahkan pernah menyatakan penyidik sedang menelusuri aliran dana dari skema fee produksi batu bara yang mengalir kepada sejumlah pihak, termasuk Tan Paulin. Namun hingga kini status hukum pengusaha berjuluk “Ratu Batu Bara” ini tidak jelas.

Kini, nama Tan Paulin kembali muncul setelah sejumlah pemberitaan mengaitkannya dengan PT Gunung Bara Utama, perusahaan yang menjadi bagian dari aset sitaan perkara Jiwasraya.

Lantas, apakah kedua perkara itu saling berhubungan?

Ketua JACOBIN (Jaringan Aksi dan Kontrol Kebijakan Publik), Fauzan Luthsa mengaku heran mengapa setiap kali nama Tan Paulin muncul, yang berkembang lebih dulu selalu spekulasi, bukan penjelasan resmi. Seolah seperti menjadi tak tersentuh.

“Kalau memang isu soal PT Gunung Bara Utama tidak ada kaitannya dengan Tan Paulin, putus saja isu itu dengan penjelasan resmi. Tapi kalau memang ada yang sedang didalami, jangan juga dibiarkan menggantung. Tapi ini seperti seolah terlindung dalam ruang kedap udara.”

Ia menambahkan bahwa kasus seperti ini akhirnya membuat publik bertanya-tanya, “sebenarnya yang sedang berjalan itu penyidikannya atau hanya pemberitaannya? Karena yang terus muncul justru nama orangnya, sementara perkembangan hukumnya nyaris tidak terdengar,” sindirnya. ***