Kazakhstan Mulai Membenahi Industri Peternakan dari Genetik hingga Ekspor

Kazakhstan mulai membenahi industri peternakan melalui pembiayaan ternak bibit, penguatan genetik, pembangunan peternakan dan pengembangan kapasitas ekspor.
Peternakan dan ternak di Kazakhstan.
Lima SPK Kazakhstan mendapat pembiayaan 48,7 miliar tenge dalam program pengembangan industri peternakan 2026–2030.

LENTERAMERAH — Kazakhstan mulai mengarahkan pembangunan industri peternakannya pada peningkatan kualitas dan produktivitas, bukan sekadar penambahan jumlah ternak. Pemerintah menempatkan penguatan genetik, pembiakan, teknologi reproduksi, infrastruktur produksi dan kapasitas ekspor sebagai bagian dari rencana pengembangan peternakan 2026–2030.

Langkah tersebut mulai terlihat dari penyaluran pembiayaan sebesar 48,7 miliar tenge oleh Agricultural Credit Corporation kepada lima Social Entrepreneurial Corporation (SPK). Dana tersebut akan diteruskan kepada produsen pertanian untuk pembelian ternak bibit.

Lima SPK yang memperoleh pembiayaan itu adalah SPK KOKSHE di Provinsi Akmola, SPK Taraz di Provinsi Zhambyl, SPK Aqjaiyq di Provinsi Kazakhstan Barat, SPK Solтүстік di Provinsi Kazakhstan Utara, serta SPK ҰЛЫТАУ di Provinsi Ulytau.

Pembiayaan tersebut disalurkan melalui program Ігілік, Береке dan Жайлау. Dua program pertama diarahkan terutama untuk membantu peternak memperoleh ternak bibit, sementara Жайлау memiliki cakupan yang lebih luas dengan membiayai pembentukan peternakan baru dan pengembangan peternakan berbasis padang penggembalaan.

Untuk Ігілік dan Береке, pembiayaan diberikan dengan tingkat bunga 6 persen per tahun, dengan nilai pinjaman hingga 5 miliar tenge. Masa pembiayaan mencapai 84 bulan, sementara masa tenggang pembayaran pokok dan bunga dapat diberikan hingga 24 bulan.

Skala kebijakan tersebut jauh lebih besar daripada pembiayaan yang telah disalurkan kepada lima SPK. Pada 2026, pemerintah Kazakhstan mengalokasikan 300 miliar tenge untuk pembiayaan lunak sektor peternakan.

Program-program tersebut merupakan bagian dari Comprehensive Livestock Development Plan 2026–2030 yang disusun berdasarkan arahan pemerintah Kazakhstan. Rencana tersebut menempatkan modernisasi sektor peternakan, peningkatan produktivitas dan perluasan potensi ekspor sebagai sasaran utama.

Di titik ini, persoalan yang ingin dibenahi bukan hanya jumlah ternak. Rencana tersebut juga mencakup peningkatan potensi genetik, pengembangan pembiakan, penggunaan teknologi reproduksi modern dan pembangunan infrastruktur produksi.

Dengan kata lain, Kazakhstan berusaha memperbaiki fondasi produksi sebelum mengejar peningkatan output yang lebih besar.

Program Жайлау memperlihatkan pendekatan tersebut dari sisi lain. Skema ini ditujukan untuk membangun peternakan dan usaha peternakan padang penggembalaan dari awal, termasuk pembelian aset tetap serta pekerjaan konstruksi dan instalasi.

Pembiayaan melalui Жайлау dapat mencapai 350 juta tenge dengan jangka waktu hingga 120 bulan dan tingkat bunga 6 persen per tahun.

Dengan desain tersebut, dukungan pemerintah mencakup beberapa mata rantai sekaligus. Ігілік dan Береке membantu pembiayaan pembelian ternak bibit, sedangkan Жайлау diarahkan untuk membangun peternakan dan fasilitas produksi baru.

Bagi Kazakhstan, pendekatan ini penting karena peningkatan jumlah ternak saja tidak otomatis menghasilkan industri peternakan yang lebih produktif. Kualitas genetik, reproduksi, fasilitas produksi dan akses terhadap pembiayaan turut menentukan kemampuan sektor tersebut meningkatkan produktivitas.

Penyaluran 48,7 miliar tenge kepada lima SPK menjadi salah satu tahap awal dari mekanisme tersebut. Pemerintah kini memiliki instrumen pembiayaan yang dirancang untuk menghubungkan pengembangan ternak bibit dengan pembangunan kapasitas produksi yang lebih luas.

Jika dijalankan sesuai desainnya, kebijakan ini tidak hanya memperbesar jumlah ternak Kazakhstan, tetapi juga berupaya membangun basis produksi yang lebih produktif dan memiliki kapasitas untuk masuk ke pasar ekspor. ***