LENTERAMERAH — Ketika Cesium-137 ditemukan dalam kasus kontaminasi di kawasan industri Cikande, Banten, persoalan deteksi tidak berhenti pada pertanyaan apakah radiasi ada atau tidak. Dalam situasi tertentu, petugas juga perlu mengetahui lokasi sumber, tingkat radiasi dan, bila memungkinkan, jenis radionuklida yang terdeteksi.
Menurut berbagai sumber yang ditelusuri redaksi, perkembangan instrumen radiasi bergerak dari fungsi dasar pengukuran dosis menuju perangkat yang menggabungkan pencarian sumber, spektrometri dan identifikasi radionuklida. Perubahan ini membuat satu perangkat dapat digunakan untuk beberapa tahapan pemeriksaan.
Alat deteksi radiasi dan identifikasi radionuklida
PM1403 merupakan salah satu contoh dari pendekatan tersebut. Dokumentasi Radmetron menyebut instrumen ini sebagai perangkat multifungsi dan terhubung yang dapat digunakan untuk mencari, mendeteksi dan melokalisasi sumber radiasi alfa, beta, gamma dan neutron, sekaligus mengukur intensitas radiasi dan mengidentifikasi material radioaktif.
Pada sistem PM1403, blok deteksi gamma BDG3 menggunakan kristal CsI(Tl) untuk mengukur radiasi foton dan mengumpulkan spektrum sintilasi. Spektrum tersebut kemudian dapat digunakan untuk identifikasi komposisi radionuklida. Sistem juga dapat dipasangkan dengan detektor GM untuk gamma, detektor proporsional untuk alfa-beta dan detektor He-3 untuk neutron.
Spektrum menjadi penting karena pengukuran dosis hanya memberikan informasi mengenai intensitas paparan. Pada spektrometri gamma, energi foton yang terdeteksi menghasilkan pola spektrum yang dapat dibandingkan dengan karakteristik emisi radionuklida tertentu.
Dokumentasi teknis PM1403 menyebut perangkat dapat menyimpan hingga 1.000 spektrum gamma, sementara sistemnya juga dilengkapi GPS/GLONASS serta koneksi Wi-Fi, GSM/GPRS, USB dan Bluetooth untuk pengelolaan data.
Kemampuan tersebut memperluas fungsi instrumen dari alat ukur menjadi perangkat pencarian dan analisis. Petugas dapat bergerak mencari sumber, menentukan lokasinya, mengukur tingkat radiasi, mengumpulkan spektrum dan melakukan identifikasi dari perangkat yang sama.
Fungsi seperti ini digunakan dalam berbagai lingkungan yang membutuhkan pengawasan sumber radiasi. Dokumentasi Radmetron menyebut laboratorium radiologi dan isotop, layanan darurat, petugas bea cukai serta penjaga perbatasan sebagai pengguna yang dapat memanfaatkan sistem tersebut.
Perkembangan itu menunjukkan perubahan penting dalam teknologi pengukuran radiasi. Instrumen tidak lagi hanya menjawab berapa besar radiasi yang terukur, tetapi juga dapat membantu menjawab di mana sumbernya dan radionuklida apa yang mungkin terdeteksi. ***



