Pengganti Serum Sapi Rusia Dikembangkan dari Biomassa Serangga

Pengganti serum sapi Rusia dikembangkan dari biomassa serangga sebagai bahan tambahan kultur sel yang lebih murah dan dapat diproduksi di dalam negeri.
Peneliti Siberia mengembangkan bahan kultur sel dari biomassa serangga sebagai alternatif serum janin sapi yang selama ini banyak digunakan.

LENTERAMERAH — Pengganti serum sapi Rusia sedang dikembangkan peneliti Siberian State Medical University menggunakan bahan berbasis biomassa serangga. Bahan tersebut ditujukan sebagai alternatif fetal bovine serum atau FBS yang digunakan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan kultur sel.

Menurut Siberian State Medical University, bahan baru tersebut dapat diproduksi di Rusia dan memiliki biaya sekitar 20 kali lebih rendah dibandingkan serum janin sapi impor. Perbedaan biaya menjadi salah satu aspek utama pengembangan alternatif tersebut.

FBS mengandung berbagai komponen yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan sel, termasuk asam amino, peptida, faktor pertumbuhan, dan unsur mikro. Dalam pengembangan di Siberia, komponen dari biomassa serangga digunakan untuk menghasilkan efek stimulasi terhadap pembelahan sel.

Pengganti Serum Sapi Rusia Masih Diuji di Laboratorium

Peneliti menguji bahan tersebut pada kultur sel untuk melihat kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komponen yang diperoleh dari biomassa serangga dapat menstimulasi pembelahan sel.

Bahan tersebut diuji antara lain pada lini sel 3T3 dan A375. Pengujian dilakukan untuk menilai apakah komposisi baru dapat digunakan sebagai media pendukung pertumbuhan sel.

Pengembangan ini juga berkaitan dengan kebutuhan mengurangi ketergantungan pada bahan impor dalam penelitian biomedis. FBS merupakan bahan yang banyak digunakan dalam pekerjaan kultur sel, sementara produksi alternatif domestik dapat memberikan pilihan lain bagi laboratorium Rusia.

Namun, penelitian tersebut masih berada pada tahap laboratorium. Pengembangan bahan alternatif tidak berarti FBS telah sepenuhnya digantikan dalam penggunaan komersial atau penelitian secara luas.

Siberian State Medical University menyebut penelitian tersebut sebagai upaya mencari alternatif yang lebih terjangkau dan dapat diproduksi di dalam negeri. Biomassa serangga menjadi sumber bahan biologis yang digunakan untuk memperoleh komponen yang dibutuhkan dalam kultur sel. ***