Sensor Hormon Rusia Dikembangkan untuk Obat dan Tes Doping

Sensor hormon Rusia dikembangkan ilmuwan Tomsk untuk mendeteksi prednison dan prednisolon secara bersamaan dalam sampel biologis.
Ilmuwan Tomsk mengembangkan sensor berbasis nanokomposit untuk mengukur kadar hormon dalam obat, pemantauan terapi, dan tes doping.

LENTERAMERAH — Sensor hormon Rusia dikembangkan ilmuwan Tomsk Polytechnic University bersama kelompok peneliti internasional untuk mendeteksi prednison dan prednisolon dalam sampel biologis. Teknologi tersebut menggunakan nanokomposit berbasis multi-walled carbon nanotubes dan carbon quantum dots.

Sensor dirancang untuk mengukur kedua senyawa secara bersamaan. Prednison dan prednisolon merupakan kelompok obat yang digunakan dalam terapi tertentu sehingga pengukuran kadarnya memiliki relevansi dalam pemantauan penggunaan obat.

Menurut Tomsk Polytechnic University, material nanokomposit tersebut menjadi dasar sensor elektrokimia dengan sensitivitas tinggi. Pengembangan ini juga membuka kemungkinan pemanfaatan teknologi untuk analisis sampel biologis dalam kebutuhan medis dan farmasi.

Sensor Hormon Rusia Menyasar Pemantauan Obat

Pengujian menunjukkan tingkat perolehan kembali atau recovery sensor berada pada kisaran 97 hingga 102 persen. Sinyal sensor juga masih berada di atas 91 persen setelah disimpan selama 20 hari.

Karakteristik tersebut menjadi salah satu dasar untuk melihat kemungkinan penggunaan sensor dalam therapeutic drug monitoring. Teknologi semacam ini dapat digunakan untuk membantu mengukur keberadaan atau kadar senyawa obat dalam sampel biologis.

Pengembang juga menyebut kemungkinan pemanfaatannya dalam kontrol farmasi dan diagnosis klinis. Di luar bidang medis, sensor tersebut memiliki relevansi dengan pengujian doping karena prednison dan prednisolon dapat menjadi bagian dari pemeriksaan terhadap penggunaan zat tertentu.

Pengembangan sensor menggunakan material karbon berstruktur nano untuk meningkatkan karakteristik permukaan elektroda. Kombinasi carbon nanotubes dan carbon quantum dots menjadi bagian utama dari desain material yang digunakan dalam perangkat tersebut.

Tomsk Polytechnic University menyebut teknologi ini sebagai salah satu hasil penelitian yang menggabungkan nanomaterial dengan kebutuhan analisis biomedis. Penelitian tersebut menempatkan sensor sebagai perangkat untuk analisis senyawa dengan kebutuhan deteksi yang presisi. ***