LENTERAMERAH — Amerika Serikat telah menggunakan hampir dua pertiga rudal Patriot yang dimilikinya dalam menghadapi Iran. Kini Washington menghadapi persoalan berbeda: bagaimana mengganti persediaan yang telah digunakan ketika kapasitas industri untuk membuat salah satu komponen pentingnya sangat terbatas.
Menurut laporan The New York Times, Amerika Serikat memiliki rencana senilai US$58,6 miliar untuk mengganti rudal dan memperkuat persediaan sistem pertahanan tersebut.
Namun, produksi Patriot tidak hanya bergantung pada pabrik yang merakit rudal. Salah satu persoalan berada jauh lebih kecil di dalam rantai produksinya, yakni precision ball screw.
Komponen Kecil dengan Tuntutan Presisi Ekstrem
Ball screw mengubah putaran motor menjadi dorongan lurus. Komponen tersebut menggunakan bola-bola baja yang bergerak di dalam alur spiral sehingga sekitar 90 persen tenaga motor dapat diubah menjadi gaya dorong.
Pada sekrup biasa, efisiensinya hanya sekitar 20–40 persen.
Dalam aplikasi dengan tuntutan presisi tinggi, ball screw kelas C0 dapat menggerakkan mur sepanjang 30 sentimeter dengan penyimpangan hanya sekitar 4 mikron.
Sebagai perbandingan, satu mikron adalah sepersejuta meter. Toleransi 4 mikron hanya sekitar seperdua puluh diameter sehelai rambut.
Membuatnya Tidak Bisa Sekadar Menambah Shift
Persoalannya terletak pada proses produksinya.
Pembuatan ulir di dalam mur ball screw berdiameter 13 milimeter melalui cold forming dapat dilakukan sekitar tiga detik. Namun, untuk menggiling ulir yang sama dibutuhkan sekitar enam menit.
Komponen untuk industri penerbangan juga harus melalui proses pengerasan hingga mencapai sekitar 60 HRC. Setelah pengerasan, batang baja dapat mengalami perubahan bentuk dan harus kembali digiling dengan tingkat presisi sangat tinggi.
Proses penggerindaan dilakukan dalam ruangan yang temperaturnya dijaga pada 20 derajat Celsius.
Alasannya sederhana tetapi menentukan. Sebatang baja sepanjang 30 sentimeter yang temperaturnya naik hanya satu derajat Celsius akan memanjang sekitar 3,6 mikron.
Dengan toleransi C0 sebesar 4 mikron, perubahan temperatur tersebut saja sudah menghabiskan hampir seluruh batas penyimpangan yang diperbolehkan.
Hanya Segelintir Produsen
Permintaan terhadap ball screw juga meningkat. Menurut laporan tersebut, kebutuhan telah naik hingga sekitar 50 persen sejak 2020.
Masalahnya, hanya segelintir perusahaan di Amerika Serikat yang memproduksi ball screw untuk kebutuhan militer dengan tingkat presisi tersebut.
Sebagian besar produsen yang sudah ada juga beroperasi mendekati kapasitas penuh.
Memperbesar produksinya bukan perkara sederhana. Perusahaan membutuhkan mesin grinding baru sekaligus tenaga kerja dengan pengalaman khusus untuk mengoperasikannya.
Dengan demikian, tambahan permintaan rudal tidak otomatis dapat diterjemahkan menjadi tambahan kapasitas produksi dalam waktu singkat.
Pabrik di Michigan dan Jejak B-29
Salah satu perusahaan yang berada di dalam rantai produksi tersebut adalah Umbragroup.
Pabrik perusahaan di Saginaw, Michigan, memproduksi ball screw untuk industri penerbangan. Sejarah fasilitas tersebut bahkan kembali ke awal 1940-an ketika memproduksi ball screw pertama yang digunakan pada pesawat pembom B-29.
Lebih dari delapan dekade kemudian, fasilitas tersebut memiliki sekitar 173 pekerja.
Skala tenaga kerja itu memperlihatkan karakter industri yang berbeda dari manufaktur massal. Produksi komponen dengan toleransi beberapa mikron membutuhkan mesin khusus, lingkungan produksi yang terkendali dan pekerja yang memiliki keterampilan manufaktur presisi. ***




