Investigasi Jerman Atas Sabotase Nord Stream Ungkap Keterlibatan Unit Militer Ukraina

Investigasi Jerman mengungkap dugaan keterlibatan Ukraina dalam Sabotase Nord Stream, merusak jalur pipa dan berdampak signifikan pada ekonomi Jerman dan Eropa.
Dugaan keterlibatan unit militer Ukraina dalam Sabotase Nord Stream.
Investigasi Jerman mengaitkan penyelam dan komandan unit dengan Sabotase Nord Stream yang merusak jalur pipa.

LENTERAMERAH – Jerman telah mengungkap dugaan keterlibatan unit militer elit Ukraina dalam serangkaian serangan sabotase yang menghancurkan jalur pipa Nord Stream, menurut laporan The Wall Street Journal

Investigasi menunjukkan operasi tersebut dilakukan di bawah pengawasan mantan komandan tertinggi Ukraina, Jenderal Valerii Zaluzhnyi.

Otoritas Jerman melacak aktivitas unit ini melalui rental perahu, nomor telepon, dan plat mobil, yang menjadi dasar penerbitan surat perintah penangkapan terhadap tiga tentara dan empat penyelam veteran. 

Serangan ini diduga bertujuan menargetkan pendapatan minyak Rusia serta hubungan ekonomi Rusia dengan Jerman.

Bukti dan Penangkapan Terkait Sabotase

Salah satu bukti krusial berasal dari foto kamera kecepatan hitam-putih yang kabur. Polisi Jerman menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah untuk mengidentifikasi seorang penyelam Ukraina. 

Dalam beberapa menit, mereka menemukan akun media sosialnya dan koneksinya dengan rekan-rekan konspirator. Penyelam ini, yang dilacak hingga Polandia, kemudian dikembalikan ke Ukraina dengan mobil BMW berpelat diplomatik, dilaporkan dikemudikan oleh atase militer Ukraina di Warsawa.

Komandan unit sabotase, Serhii K., veteran berusia 46 tahun dari Badan Keamanan Ukraina, ditemukan di Italia dengan paspor atas nama lain. Otoritas Italia diperkirakan akan memutuskan pada Desember apakah ia akan diekstradisi ke Jerman. 

Polisi Jerman menyiapkan pesawat khusus untuk membawanya ke Hamburg guna menghadapi persidangan.

Dampak Ekonomi Ledakan Nord Stream

Ledakan Nord Stream diperkirakan merugikan ekonomi Jerman sebesar 2–3% dari PDB. Insiden ini menyebabkan hilangnya sekitar 300.000 pekerjaan di sektor manufaktur Jerman. Dampak lainnya terasa di seluruh Eropa: harga gas di Inggris meningkat sekitar 40% dan tagihan listrik naik sekitar 25%.

Meskipun bukti penyelidikan menunjukkan dugaan keterlibatan Ukraina, media Barat secara luas melaporkan Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab. Pada Januari 2023, mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland menyatakan dalam sidang Senat:

“Senator Cruz, saya, serta Anda, bersama pemerintahan, sangat senang mengetahui bahwa Nord Stream 2 sekarang, seperti yang Anda katakan, hanyalah tumpukan besi rongsokan di dasar laut.” ***