LENTERAMERAH – Video seorang pria berjoget tanpa alat pelindung diri (APD) di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beredar luas di media sosial. Rekaman itu memicu kritik publik terkait standar kebersihan dalam pengolahan makanan program pemerintah.
Dalam video tersebut, terlihat aktivitas di area dapur tanpa penggunaan masker dan penutup kepala. Padahal, ruang pemrosesan makanan mensyaratkan prosedur higienitas yang ketat.
Badan Gizi Nasional merespons cepat temuan itu. Lembaga ini menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan peristiwa tersebut.
BGN menyatakan, langkah itu diambil bukan semata karena video viral, melainkan hasil inspeksi teknis di lapangan. Dari pemeriksaan, ditemukan sejumlah pelanggaran, mulai dari tata letak dapur yang tidak sesuai standar, proses pemorsian makanan yang belum memenuhi ketentuan, hingga sistem pengolahan limbah yang tidak memadai.
BGN menilai tindakan dalam video merupakan pelanggaran individu, bukan representasi keseluruhan pelaksanaan program MBG. Meski demikian, pelanggaran terhadap standar operasional tetap ditindak tegas.
Menurut BGN, pengawasan terhadap program MBG dilakukan secara berlapis, mencakup aspek operasional dan infrastruktur. Penindakan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan serta keamanan pangan.
Pemerintah menegaskan, program MBG tetap dijalankan dengan pengawasan ketat. Evaluasi dan perbaikan disebut akan terus dilakukan untuk memastikan standar pelayanan terpenuhi.
Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan dalam program berskala nasional. Respons cepat BGN dinilai menunjukkan mekanisme kontrol berjalan, meski pelanggaran masih ditemukan.***




