LENTERAMERAH – Di saat ribuan program studi lama dicabut, China juga melakukan ekspansi besar-besaran terhadap jurusan yang dianggap relevan dengan perkembangan teknologi masa depan.
Data Kementerian Pendidikan China yang dikutip South China Morning Post menunjukkan sekitar 10.200 program sarjana baru dibuka selama periode 2021–2025. Sebagian besar berfokus pada kecerdasan buatan, robotika, manufaktur cerdas, dan teknologi strategis lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Beijing menyesuaikan sistem pendidikan tinggi dengan perubahan kebutuhan industri yang semakin dipengaruhi AI dan otomatisasi.
Embodied Intelligence Masuk Kampus
Salah satu bidang yang paling mendapat perhatian adalah Embodied Intelligence atau Embodied AI, yakni teknologi yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan sistem fisik seperti robot humanoid.
Menurut laporan South China Morning Post, sembilan universitas terpilih memperoleh izin untuk membuka program tersebut, termasuk Harbin Institute of Technology dan Beihang University.
Program ini dipersiapkan untuk mendukung pengembangan industri robot humanoid yang menjadi salah satu fokus teknologi China dalam beberapa tahun terakhir.
Dari Antarmuka Otak hingga Robot Pertanian
Pada April 2026, Kementerian Pendidikan China memperkenalkan 38 jurusan baru dalam katalog pendidikan tinggi nasional.
Menurut People’s Daily dan Global Times, beberapa bidang yang mendapat perhatian khusus meliputi Brain-Computer Science and Technology, Future Robotics, Intelligent Imaging, serta Agricultural Robotics.
Program Brain-Computer Science and Technology berfokus pada pengembangan antarmuka antara otak manusia dan komputer, sementara Future Robotics dirancang untuk mendukung generasi baru sistem robot otonom.
Di sektor pertanian, universitas juga mulai membuka program robotika pertanian untuk mempercepat modernisasi produksi pangan dan meningkatkan efisiensi kerja.
Drone dan Ekonomi Ruang Udara Rendah
China juga mulai memperluas pendidikan tinggi ke sektor yang dikenal sebagai Low-Altitude Economy.
Bidang ini mencakup pengembangan drone, kendaraan udara otonom, logistik udara, hingga sistem transportasi yang beroperasi pada ruang udara rendah.
Beberapa universitas yang memiliki spesialisasi penerbangan dan kedirgantaraan mulai membuka program terkait teknologi tersebut sebagai respons terhadap pertumbuhan industri drone domestik.
Selain itu, sejumlah kampus memperkenalkan program Digital Finance, Digital Trade, Commercial Artificial Intelligence, Biomanufacturing, dan Smart Manufacturing untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Menurut data resmi yang dikutip media China, lebih dari 600 universitas di negara itu kini telah memiliki program yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, meningkat tajam dibanding beberapa tahun lalu. ***




