LENTERAMERAH – SMP Negeri 268 Jakarta menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Guru serta Tenaga Kependidikan sebagai persiapan menyambut Tahun Pelajaran 2026–2027. Kegiatan ini menjadi forum untuk menyelaraskan program kerja, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Mengusung tema “Solid dalam Sinergi, Unggul dalam Aksi, Gemilang dalam Prestasi”, kegiatan berlangsung di Ruang 201 SMPN 268 Jakarta dan diikuti seluruh guru serta tenaga kependidikan. Tema tersebut mencerminkan komitmen sekolah dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kepala SMPN 268 Jakarta, Gunadi, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa rapat kerja menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh program sekolah berjalan selaras dengan visi dan target yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga oleh kuatnya sinergi antara guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan siswa.
“Kami ingin membangun kesamaan arah dan semangat dalam menjalankan program sekolah. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis dapat menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik bagi peserta didik,” ujar Gunadi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Pengawas SMPN 268 Jakarta, Drs. Baharuddin Dalimunthe, M.M., yang memberikan arahan terkait penguatan tata kelola pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. Ia menekankan pentingnya profesionalisme guru dalam menghadapi perubahan dan tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurut Baharuddin, guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karena itu, peningkatan kompetensi dan adaptasi terhadap perkembangan pendidikan perlu terus dilakukan.
Selain membahas program kerja sekolah, kegiatan ini turut diisi dengan sesi pelatihan untuk memperkuat kompetensi dan motivasi tenaga pendidik. Salah satu narasumber yang hadir adalah Arif Dahsyat, motivator budaya kerja positif berbasis kesadaran bahagia.
Dalam sesi pelatihan, Arif mengajak peserta membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif dengan menjadikan kebahagiaan sebagai fondasi dalam bekerja. Menurutnya, guru yang memiliki kondisi psikologis positif akan lebih mudah menghadirkan suasana belajar yang nyaman dan inspiratif bagi peserta didik.
Pelatihan berikutnya menghadirkan Widi Cipta Kemala, M.Pd., yang membahas pentingnya pengembangan kompetensi guru di tengah transformasi pendidikan. Ia menyoroti perlunya kemampuan adaptasi, inovasi, serta pembelajaran berkelanjutan agar pendidik mampu menjawab kebutuhan generasi yang tumbuh di era digital.
Sepanjang kegiatan, peserta terlihat aktif mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman terkait strategi pembelajaran, penguatan budaya kerja, serta upaya meningkatkan kolaborasi di lingkungan sekolah. Forum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menghadapi tahun ajaran baru.
Melalui rapat kerja dan pelatihan ini, SMPN 268 Jakarta berharap seluruh unsur sekolah dapat bergerak dengan visi yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah juga menargetkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu mendorong peserta didik meraih prestasi secara optimal. ***



