LENTERAMERAH – Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich kembali memicu kontroversi setelah menyerukan pendudukan penuh Jalur Gaza dan pembentukan pemukiman Israel di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah acara publik yang videonya beredar luas di media sosial pada 21 Juni 2026. Dalam rekaman tersebut, Smotrich menyinggung kondisi Gaza setelah lebih dari dua tahun konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Menurut Smotrich, kehancuran yang terjadi di Gaza menunjukkan bahwa tekanan internasional tidak berhasil menghentikan operasi Israel.
“Kami telah berperang selama dua setengah tahun di Jalur Gaza. Lihat saja bagaimana kehancurannya, dan dunia tidak menghentikan kami,” kata Smotrich dalam pidato yang beredar di berbagai platform media sosial.
Dorong Pendudukan dan Kolonisasi Gaza
Dalam pidato yang sama, Smotrich menyatakan bahwa Israel seharusnya mengambil langkah yang lebih permanen terhadap Gaza.
Ia menyerukan pendudukan penuh wilayah tersebut serta penerapan rezim militer Israel. Smotrich juga menyebut keberadaan pemukim sebagai bagian penting dari strategi penguasaan wilayah.
Menurutnya, Gaza perlu dikolonisasi kembali dan keberadaan pemukim akan menjadi faktor yang mendukung keberlanjutan kehadiran militer Israel.
Pernyataan tersebut segera memicu kritik dari berbagai kalangan yang menilai gagasan tersebut melanggengkan genosida yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Tokoh Sayap Kanan yang Konsisten
Smotrich merupakan pemimpin Partai Religious Zionism dan dikenal sebagai salah satu tokoh paling vokal dalam kubu nasionalis-religius Israel.
Selama bertahun-tahun ia mendukung perluasan pemukiman Israel di wilayah Palestina dan berulang kali menyuarakan gagasan mengenai kontrol yang lebih besar atas wilayah yang diklaim sebagai bagian dari Tanah Israel historis.
Pandangan tersebut juga kerap muncul dalam perdebatan mengenai masa depan Tepi Barat dan Gaza.
Perdebatan Masa Depan Gaza Pascaperang
Pernyataan Smotrich muncul ketika berbagai pihak masih memperdebatkan bentuk pemerintahan dan keamanan Gaza setelah konflik.
Sejumlah negara Barat dan organisasi internasional sebelumnya menyuarakan dukungan terhadap pengaturan politik yang tidak melibatkan pendudukan permanen maupun pembangunan pemukiman baru oleh Israel.
Sementara itu, kelompok-kelompok sayap kanan di Israel terus mendorong pendekatan yang lebih keras, termasuk mempertahankan kontrol militer jangka panjang atas Gaza dan membangun kembali komunitas pemukim Israel di wilayah tersebut.
Pengusiran warga Gaza dan kolonisasi mendapatkan dukungan penuh dari mayoritas warga Israel. ***




