LENTERAMERAH – Presiden Kirgistan Sadyr Japarov memberikan penghargaan negara kepada diplomat dan pelaku sektor penerbangan yang dinilai berkontribusi terhadap dua pencapaian internasional besar yang diraih negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam upacara yang berlangsung di Cholpon-Ata, wilayah Issyk-Kul, Senin 22 Juni, Japarov menyebut Kirgistan sedang menikmati salah satu periode paling penting dalam sejarah diplomasi negara itu sejak merdeka.
Menurut kantor berita 24KG, penghargaan diberikan kepada para diplomat dan aviator yang terlibat dalam proses yang membawa Kirgistan terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB sekaligus keluar dari daftar hitam keselamatan penerbangan Uni Eropa.
Pertama Kali Masuk Dewan Keamanan PBB
Pada pemungutan suara Majelis Umum PBB yang berlangsung di New York pada 3 Juni 2026, Kirgistan berhasil memenangkan kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2027–2028.
Kirgistan memperoleh 142 suara dan mengungguli Filipina yang meraih 49 suara.
Masa jabatan tersebut akan dimulai pada 1 Januari 2027 dan berlangsung hingga akhir 2028. Ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah negara itu duduk di Dewan Keamanan PBB sejak memperoleh kemerdekaan pada 1991.
Dalam pidatonya, Japarov menyebut hasil tersebut sebagai pencapaian diplomatik yang menarik perhatian komunitas internasional.
Keluar dari Daftar Hitam Uni Eropa Setelah 20 Tahun
Keberhasilan kedua datang dari sektor penerbangan.
Komisi Eropa pada 9 Juni 2026 resmi menghapus seluruh maskapai Kirgistan dari EU Air Safety List atau daftar hitam keselamatan penerbangan Uni Eropa.
Larangan tersebut sebelumnya berlaku sejak 2006 akibat kekhawatiran terhadap standar pengawasan keselamatan penerbangan sipil di negara itu.
Menurut data Komisi Eropa, pencabutan larangan dilakukan setelah serangkaian reformasi regulasi dan pengawasan yang dijalankan otoritas penerbangan Kirgistan. Tim keselamatan penerbangan Uni Eropa juga melakukan evaluasi langsung ke negara tersebut pada Maret 2026 sebelum keputusan akhir diambil.
Japarov mengatakan pencabutan pembatasan yang berlangsung selama dua dekade tersebut menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam kebijakan luar negeri Kirgistan tahun ini.
Penghargaan untuk Diplomat dan Aviator
Dalam upacara penghargaan di Cholpon-Ata, Presiden Kirgistan menegaskan bahwa kedua pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai institusi negara.
Ia menyebut keberhasilan masuk ke Dewan Keamanan PBB dan keluarnya Kirgistan dari daftar hitam penerbangan Uni Eropa merupakan buah dari kerja diplomasi, reformasi tata kelola pemerintahan, serta kontribusi masyarakat Kirgistan secara luas.
Menurut Japarov, kedua pencapaian tersebut memperkuat posisi Kirgistan di panggung internasional dan menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah modern negara Asia Tengah tersebut. ***




