LENTERAMERAH – Biaya hidup di Astana dan Almaty menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan pada 2026. Meski sama-sama menjadi pusat ekonomi Kazakhstan, pengeluaran bulanan di Almaty masih lebih tinggi dibandingkan ibu kota Astana.
Data biaya hidup terbaru menunjukkan Almaty menjadi kota termahal di Kazakhstan. Secara umum, biaya hidup di kota tersebut berada sekitar 10 hingga 20 persen lebih tinggi dibandingkan Astana.
Seorang lajang yang menyewa tempat tinggal di Astana diperkirakan membutuhkan sekitar 450.000 hingga 650.000 tenge per bulan atau setara Rp16,2 juta hingga Rp23,4 juta berdasarkan kurs sekitar Rp36 per tenge.
Sementara itu, kebutuhan hidup bulanan di Almaty berada pada kisaran 550.000 hingga 800.000 tenge atau sekitar Rp19,8 juta hingga Rp28,8 juta. Perbedaan tersebut terutama dipengaruhi harga sewa hunian dan biaya konsumsi yang lebih tinggi.
Sewa Hunian Jadi Beban Terbesar
Komponen pengeluaran terbesar di kedua kota berasal dari sektor perumahan. Di Astana, apartemen satu kamar di pusat kota umumnya disewakan pada kisaran 220.000 hingga 350.000 tenge atau sekitar Rp7,9 juta hingga Rp12,6 juta per bulan.
Di Almaty, harga sewa untuk unit serupa dapat mencapai 250.000 hingga 400.000 tenge atau sekitar Rp9 juta hingga Rp14,4 juta per bulan. Tingginya biaya perumahan menjadi salah satu faktor utama yang membuat Almaty lebih mahal dibandingkan Astana.
Pengeluaran Harian Lebih Tinggi di Almaty
Harga makanan dan layanan juga cenderung lebih tinggi di Almaty. Makan di restoran kelas menengah biasanya memerlukan biaya sekitar 6.000 hingga 10.000 tenge atau setara Rp216 ribu hingga Rp360 ribu per orang.
Di sisi lain, transportasi publik di kedua kota masih tergolong terjangkau. Tarif bus dan metro berada pada kisaran 80 hingga 150 tenge atau sekitar Rp2.900 hingga Rp5.400 per perjalanan, sementara layanan taksi berbasis aplikasi berkisar antara 800 hingga 3.000 tenge atau sekitar Rp29 ribu hingga Rp108 ribu.
Dibandingkan dengan Pendapatan
Data resmi menunjukkan rata-rata gaji bulanan di Kazakhstan berada di kisaran 380.000 tenge atau sekitar Rp13,7 juta. Angka tersebut masih berada di bawah estimasi kebutuhan hidup seorang lajang yang menyewa tempat tinggal di Astana maupun Almaty.
Kondisi ini membuat banyak warga memilih tinggal bersama keluarga atau berbagi apartemen untuk menekan pengeluaran bulanan. Meski demikian, dibandingkan sejumlah kota besar di Eropa, biaya hidup di Astana dan Almaty masih relatif lebih rendah, terutama untuk transportasi publik dan utilitas dasar. ***




