LENTERAMERAH – Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menargetkan lahirnya satu juta talenta AI Kazakhstan dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing nasional di bidang kecerdasan buatan. Pengembangan sumber daya manusia dinilai menjadi fondasi utama transformasi digital negara tersebut.
Mengutip pernyataan resmi Kepresidenan Kazakhstan (Aqorda), program talenta AI Kazakhstan akan diwujudkan melalui peningkatan pendidikan digital, pelatihan teknologi, serta perluasan akses masyarakat terhadap keterampilan yang dibutuhkan di era kecerdasan buatan.
Tokayev mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus membangun infrastruktur digital, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif. Menurutnya, investasi pada kualitas sumber daya manusia akan menentukan posisi Kazakhstan dalam persaingan ekonomi digital global.
Selain pengembangan talenta, Kazakhstan juga menjalankan berbagai kebijakan pendukung, seperti strategi Digital Kazakhstan 2029, pembentukan regulasi kecerdasan buatan, pengembangan Smart City, hingga pembangunan Kota Alatau sebagai pusat inovasi teknologi di Asia Tengah.
Tokayev menilai transformasi digital hanya akan berhasil apabila diiringi peningkatan kapasitas masyarakat. Karena itu, pendidikan, riset, dan inovasi harus berjalan beriringan agar manfaat kecerdasan buatan dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, saat Tokayev memaparkan strategi Kazakhstan membangun ekosistem AI yang berkelanjutan dan berdaya saing global. ***



