Kazakhstan Belum Naikkan Upah Minimum Sejak 2024

Upah Minimum Kazakhstan masih bertahan di level 85.000 tenge atau sekitar Rp3,1 juta per bulan, tanpa kenaikan sejak 2024.
Pemerintah mempertahankan Upah Minimum Kazakhstan di level 85.000 tenge meski biaya hidup di kota-kota besar terus meningkat.

LENTERAMERAH – Pemerintah Kazakhstan mempertahankan upah minimum nasional di level 85.000 tenge per bulan atau sekitar Rp3,1 juta berdasarkan kurs sekitar Rp36 per tenge. Angka tersebut tetap berlaku pada 2026 dan belum mengalami perubahan sejak pertama kali diterapkan pada Januari 2024.

Keputusan tersebut menjadikan 2026 sebagai tahun ketiga berturut-turut tanpa kenaikan upah minimum nasional. Meski sempat muncul wacana penyesuaian pada 2026, pemerintah akhirnya memilih mempertahankan angka yang berlaku saat ini.

Menurut pernyataan pejabat Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan yang dikutip media lokal pada 2025 dan 2026, belum ada keputusan resmi mengenai kenaikan upah minimum dalam waktu dekat.

Masih Jauh dari Target Baru

Pemerintah Kazakhstan sebelumnya pernah membahas kemungkinan peningkatan upah minimum secara bertahap hingga mencapai 150.000 tenge per bulan atau sekitar Rp5,4 juta.

Namun hingga pertengahan 2026, rencana tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan belum masuk agenda implementasi resmi.

Di sisi lain, pemerintah sedang mengkaji perubahan metodologi perhitungan upah minimum agar lebih sesuai dengan standar internasional dan kondisi ekonomi domestik.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan formula baru yang lebih mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dibandingkan pendekatan yang digunakan saat ini.

Rata-rata Gaji Jauh Lebih Tinggi

Meski upah minimum tetap berada di level 85.000 tenge, rata-rata gaji bulanan di Kazakhstan tercatat jauh lebih tinggi.

Data statistik menunjukkan rata-rata pendapatan pekerja berada di kisaran 380.000 tenge per bulan atau sekitar Rp13,7 juta. Namun angka rata-rata tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi seluruh wilayah maupun kelompok pekerja.

Perbedaan tingkat pendapatan antar sektor dan daerah masih cukup besar, terutama antara kota-kota besar dan wilayah pedesaan.

Biaya Hidup Jadi Sorotan

Perdebatan mengenai upah minimum kembali mengemuka karena biaya hidup di sejumlah kota besar Kazakhstan terus meningkat.

Di Astana, kebutuhan hidup seorang lajang yang menyewa tempat tinggal diperkirakan mencapai 450.000 hingga 650.000 tenge per bulan atau sekitar Rp16,2 juta hingga Rp23,4 juta.

Sementara di Almaty, biaya hidup bulanan dapat mencapai 550.000 hingga 800.000 tenge atau sekitar Rp19,8 juta hingga Rp28,8 juta.

Kondisi tersebut membuat pembahasan mengenai upah minimum, daya beli, dan kesejahteraan pekerja tetap menjadi salah satu isu ekonomi yang mendapat perhatian di Kazakhstan. ***