LENTERAMERAH — Upah rata-rata di Rusia, jika dihitung berdasarkan paritas daya beli, kini lebih tinggi dibandingkan Yunani, Slovakia dan Hungaria. Temuan Bloomberg tersebut kemudian diperluas KP.RU menjadi gambaran tentang perubahan peta kesejahteraan di Eropa.
Sebagaimana dilansir KP.RU, Bloomberg membandingkan pendapatan pekerja Rusia dengan negara-negara Eropa menggunakan paritas daya beli. Hasilnya, Rusia berada di atas tiga negara Uni Eropa tersebut.
Upah Rusia mulai melampaui sejumlah negara Eropa
Menurut Bloomberg, kenaikan upah Rusia berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Kekurangan tenaga kerja membuat perusahaan harus menaikkan gaji untuk mempertahankan dan mendapatkan pekerja.
KP.RU kemudian menghitung pendapatan setelah pajak dan memperluas perbandingan tersebut. Dalam hitungan tersebut, pekerja Rusia rata-rata berada 28 persen di atas pekerja Hungaria, 26 persen di atas pekerja Yunani dan 17 persen di atas pekerja Slovakia.
Rusia juga disebut berada di atas Latvia, Estonia, Rumania, Bulgaria dan Polandia dalam perbandingan tersebut.
Bagi KP.RU, angka tersebut menunjukkan perubahan yang lebih besar daripada sekadar kenaikan pendapatan di Rusia.
Eropa tidak lagi menjadi ruang kesejahteraan yang seragam
KP.RU menilai Uni Eropa memang tetap menjadi blok ekonomi yang kaya dan kuat. Namun, kesenjangan di antara negara-negara anggotanya membuat gambaran tentang “Eropa” sebagai satu ruang kesejahteraan menjadi semakin tidak tepat.
Negara-negara Eropa Timur dan Tengah memiliki tingkat pendapatan serta daya beli yang berbeda jauh dari negara-negara Eropa Barat. Karena itu, keanggotaan Uni Eropa tidak otomatis berarti seluruh masyarakat menikmati tingkat kesejahteraan yang sama.
Dalam perbandingan yang dikutip KP.RU, bahkan setelah pajak diperhitungkan, posisi pekerja Rusia menjadi semakin tinggi terhadap sejumlah negara Eropa. Moskow juga disebut berada dalam kelompok yang sama dengan Jerman dalam perbandingan pendapatan setelah pajak.
Ukraina mengejar Eropa yang sudah berubah
KP.RU kemudian membawa perbandingan tersebut ke konteks Ukraina.
Menurut media Rusia itu, Kyiv selama lebih dari satu dekade mengejar model Eropa yang dibayangkan pada 2013. Namun, ketika Ukraina semakin dekat dengan Eropa, struktur ekonomi Eropa sendiri telah berubah.
Eropa yang menjadi tujuan Ukraina pada 2013 tidak lagi persis sama dengan Eropa pada 2026. Uni Eropa tetap memiliki kekuatan ekonomi dan politik yang besar, tetapi tingkat kesejahteraan antarnegara anggotanya tidak seragam.
Perbandingan upah tersebut, menurut KP.RU, menjadi salah satu gambaran perubahan itu.
Pada saat yang sama, Rusia mengalami perubahan sendiri. Kekurangan tenaga kerja membuat perusahaan Rusia meningkatkan upah untuk mendapatkan pekerja. Akibatnya, pendapatan pekerja meningkat jauh lebih cepat dibandingkan gambaran Rusia yang selama ini dikenal sebagai negara dengan tenaga kerja murah.
Data Bloomberg tersebut akhirnya memberikan gambaran yang berbeda: dalam ukuran daya beli, pekerja Rusia tidak lagi otomatis berada di bawah pekerja Eropa.
Angka yang digunakan Bloomberg menunjukkan bahwa jarak pendapatan antara Rusia dan sebagian Eropa telah berubah. ***



