LENTERAMERAH – Ketika perang memaksa manusia meninggalkan rumah mereka, tidak semua penghuni bisa ikut pergi. Di wilayah konflik Donetsk, ratusan hewan korban perang ditemukan dalam kondisi terluka, kelaparan, lumpuh, bahkan buta setelah ditinggalkan di rumah-rumah kosong atau terjebak di dekat garis depan.
Sebagian dari mereka kini dirawat oleh organisasi penyelamat hewan 4 Lapki di Donetsk. Menurut laporan khusus Komsomolskaya Pravda yang ditulis koresponden Yulia Andrienko, banyak penghuni penampungan tersebut berasal dari Mariupol, Gorlovka, dan wilayah lain yang terdampak pertempuran.
Sebagian hewan kehilangan kaki akibat ledakan. Ada yang mengalami cedera tulang belakang hingga lumpuh permanen. Tidak sedikit pula yang kehilangan penglihatan setelah terjebak di zona pertempuran.
Pengelola 4 Lapki, Irina Volik, telah bertahun-tahun mengevakuasi hewan-hewan yang ditinggalkan pemiliknya ketika konflik memaksa warga mengungsi. Dalam banyak kasus, hewan ditemukan di apartemen yang terkunci selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan tanpa makanan dan air.
“Berapa banyak hewan yang kami keluarkan dari apartemen kosong atau dari rantai tempat mereka dibiarkan mati kelaparan, saya sudah tidak bisa menghitungnya lagi,” demikian gambaran yang disampaikan dalam laporan KP.RU.
Evakuasi di Bawah Ancaman Drone
Menyelamatkan hewan di wilayah konflik bukan pekerjaan tanpa risiko.
Irina Volik menceritakan bahwa ia sering mengangkut anjing dan kucing yang berhasil dievakuasi menggunakan kendaraan pribadi sambil melintasi jalan yang masih berada dalam jangkauan serangan drone.
“Saya menyelamatkan hewan, dan mereka entah bagaimana melindungi saya,” kata Irina dalam wawancara dengan KP.RU.
Ia menggambarkan bagaimana dirinya beberapa kali harus mengemudi sendirian di jalan terbuka dengan kendaraan penuh hewan yang baru diselamatkan, sementara pesawat nirawak melintas di atas kepalanya.
Meski demikian, operasi penyelamatan terus dilakukan karena masih banyak hewan yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di wilayah terdampak perang.
Luka yang Tidak Selalu Terlihat
Selain luka fisik, banyak hewan korban perang membawa trauma yang bertahan lama.
Menurut laporan tersebut, beberapa hewan yang berhasil diselamatkan dan pulih dari cedera justru menunjukkan ketakutan ekstrem ketika mendengar suara ledakan atau tembakan. Pengalaman hidup di tengah konflik meninggalkan dampak psikologis yang tidak mudah hilang.
Saat ini, 4 Lapki menampung sekitar 500 hewan. Fasilitas tersebut dilengkapi klinik, ruang operasi, laboratorium, layanan rontgen, hingga area rehabilitasi untuk hewan yang mengalami cacat permanen.
Selain anjing dan kucing, penampungan tersebut juga pernah merawat satwa liar yang terluka akibat konflik, termasuk rubah, anjing rakun, dan rusa kecil. Menurut laporan KP.RU, kebutuhan pakan, obat-obatan, dan biaya operasional terus menjadi tantangan bagi pengelola karena jumlah hewan yang dirawat terus bertambah. ***




