LENTERAMERAH – Sistem sensor militer Israel kembali menjadi sorotan setelah mantan Panglima Angkatan Laut Israel, Eliezer Marom, mengklaim bahwa kerusakan akibat serangan rudal Iran jauh lebih besar daripada yang diketahui masyarakat.
Dalam sebuah wawancara yang beredar di media sosial, Marom mengatakan bahwa warga Israel tidak melihat keseluruhan dampak serangan yang terjadi.
“Kami telah melihat apa yang dapat dilakukan bahkan oleh rentetan rudal Iran yang terbatas. Kerusakan di Israel sangat besar, sangat besar,” kata Marom.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar kerusakan tersebut tidak diketahui publik karena berada di bawah pembatasan informasi yang diterapkan otoritas keamanan.
Pernyataan itu memunculkan kembali perhatian terhadap peran sensor militer Israel yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari sistem keamanan negara tersebut.
Bagaimana Sensor Militer Israel Bekerja
Israel memiliki lembaga sensor militer yang berwenang membatasi publikasi informasi yang dianggap berkaitan dengan keamanan nasional.
Dalam berbagai kasus, media lokal maupun jurnalis yang bekerja di Israel harus mematuhi ketentuan terkait publikasi informasi mengenai operasi militer, lokasi strategis, fasilitas pertahanan, hingga dampak serangan musuh.
Informasi mengenai lokasi jatuhnya rudal, kerusakan fasilitas militer, korban dari kalangan militer, maupun efektivitas sistem pertahanan udara termasuk kategori yang sering berada di bawah pengawasan ketat.
Tujuan utama kebijakan tersebut adalah mencegah pihak lawan memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk kepentingan intelijen atau perencanaan serangan berikutnya.
Dampak Serangan dan Informasi yang Dibatasi
Pernyataan Marom muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak serangan rudal Iran terhadap sejumlah target di Israel.
Dalam operasi militer modern, informasi mengenai titik jatuh rudal dan tingkat kerusakan menjadi bagian penting dari proses evaluasi keberhasilan serangan atau battle damage assessment.
Karena itu, banyak negara yang terlibat konflik memilih membatasi informasi tertentu agar tidak membantu pihak lawan mengukur efektivitas operasi mereka.
Menurut Marom, sebagian dampak yang ditimbulkan rudal Iran tidak diketahui masyarakat luas karena informasi tersebut tidak dipublikasikan secara terbuka.
Satelit dan Media Sosial Sulit Dikendalikan
Di era digital, kemampuan pemerintah untuk mengontrol informasi menghadapi tantangan baru.
Citra satelit komersial yang dioperasikan perusahaan swasta mampu memperlihatkan perubahan fisik pada suatu lokasi hanya dalam hitungan jam atau hari setelah serangan terjadi.
Selain itu, foto dan video yang direkam warga sipil sering beredar di media sosial sebelum dapat dibatasi atau dihapus. ***




