LENTERAMERAH – Piknik sambil memanggang shashlik atau barbeku menjadi tradisi musim panas yang populer di Rusia. Namun, kegiatan sederhana tersebut dapat berujung sanksi apabila dilakukan di kawasan hutan yang sedang menerapkan pembatasan akibat tingginya risiko kebakaran.
Menurut laporan Komsomolskaya Pravda, banyak wisatawan mengira api unggun atau alat pemanggang (mangal) selalu boleh digunakan selama berada di alam terbuka. Padahal, aturan keselamatan kebakaran di Rusia berubah mengikuti kondisi cuaca dan status wilayah yang ditetapkan pemerintah daerah.
Ada Status Khusus Saat Risiko Kebakaran Meningkat
Pada musim panas, sejumlah wilayah Rusia memberlakukan Special Fire Regime, yaitu status khusus ketika ancaman kebakaran hutan meningkat akibat cuaca panas dan kering. Selama status tersebut berlaku, masyarakat dapat dilarang memasuki kawasan hutan dengan kendaraan maupun menyalakan api dalam bentuk apa pun.
Larangan itu tidak hanya berlaku untuk api unggun tradisional, tetapi juga memanggang makanan menggunakan alat barbeku portabel. Tujuannya adalah mencegah percikan api memicu kebakaran yang dapat menyebar dengan cepat ke kawasan hutan.
Denda Meningkat Saat Status Darurat Berlaku
Berdasarkan aturan yang dijelaskan Komsomolskaya Pravda, pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kebakaran hutan dapat dikenai denda sebesar 15.000 hingga 30.000 rubel atau sekitar Rp2,97 juta hingga Rp5,94 juta.
Apabila pelanggaran dilakukan ketika wilayah tersebut sedang berada dalam status Special Fire Regime, dendanya meningkat menjadi 40.000 hingga 50.000 rubel atau sekitar Rp7,92 juta sampai Rp9,9 juta. Besaran sanksi tersebut diterapkan untuk memberikan efek jera sekaligus menekan potensi kebakaran pada musim panas.
Pemerintah Minta Wisatawan Cek Aturan Sebelum Berangkat
Setiap daerah di Rusia dapat menerapkan kebijakan yang berbeda sesuai tingkat ancaman kebakaran. Karena itu, wisatawan disarankan memeriksa informasi resmi dari otoritas setempat sebelum berangkat ke hutan atau kawasan konservasi.
Selain memilih lokasi piknik yang telah diizinkan, pengunjung juga dianjurkan menggunakan area rekreasi resmi yang telah dilengkapi fasilitas memasak. Langkah tersebut dinilai lebih aman dibanding menyalakan api di area hutan yang belum tentu diperbolehkan menurut peraturan yang sedang berlaku. ***




