Kazakhstan Bangun Kota AI di Alatau, Pengelolaan Kota Akan Diserahkan kepada Kecerdasan Buatan

Kota AI Kazakhstan di Alatau disiapkan sebagai kawasan pintar yang mengandalkan kecerdasan buatan dan digital twin untuk mengelola kota.
Kota AI Kazakhstan di Alatau akan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola layanan perkotaan dan pembangunan jangka panjang.

LENTERAMERAH – Kazakhstan mulai membangun konsep kota masa depan yang pengelolaan sehari-harinya akan ditopang oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Proyek tersebut dipusatkan di Kota Alatau yang kini dipersiapkan menjadi kawasan ekonomi dan teknologi baru negara itu.

Wakil Menteri Ekonomi Nasional Kazakhstan, Bauyrzhan Omarbekov, mengatakan pengembangan Alatau tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penciptaan ekosistem digital yang mampu mengintegrasikan seluruh layanan perkotaan melalui teknologi AI.

Menurutnya, konsep tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pembangunan Alatau setelah kota itu memperoleh status khusus berdasarkan konstitusi baru Kazakhstan.

AI Akan Mengendalikan Berbagai Layanan Kota

Pemerintah Kazakhstan memperkenalkan konsep Alatau AI-Driven City, yaitu sistem pengelolaan kota yang memanfaatkan kecerdasan buatan dalam berbagai proses administrasi maupun layanan publik.

Melalui konsep tersebut, pemerintah berencana membangun digital twin atau kembaran digital Alatau. Seluruh data mengenai lalu lintas, utilitas, infrastruktur, tata ruang hingga pelayanan publik akan dipetakan ke dalam model digital sehingga pemerintah dapat memantau sekaligus mengambil keputusan secara lebih cepat.

Teknologi ini juga memungkinkan simulasi berbagai skenario pembangunan sebelum diterapkan di lapangan, mulai dari pengembangan kawasan permukiman hingga pengaturan jaringan transportasi.

Korea Selatan Terlibat Bangun K-Smart City

Salah satu proyek utama dalam pengembangan kota AI Kazakhstan adalah pembangunan kawasan K-Smart City.

Omarbekov menjelaskan, kawasan digital tersebut akan dibangun bersama Republik Korea di atas lahan seluas 330 hektare. Pengembang asal Korea Selatan dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Kerja sama tersebut memperlihatkan bahwa Kazakhstan tidak hanya mengembangkan teknologi secara mandiri, tetapi juga menggandeng mitra internasional yang memiliki pengalaman membangun kota pintar.

Selain menjadi pusat teknologi, kawasan K-Smart City diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan inovasi digital, layanan publik modern, serta berbagai proyek berbasis data.

Kota Masa Depan Disiapkan Hingga Puluhan Tahun

Pengembangan Alatau tidak dirancang sebagai proyek jangka pendek. Pemerintah Kazakhstan saat ini sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang 30 Tahun, master plan kota, serta strategi pembangunan hingga 2040.

Seluruh dokumen tersebut akan menjadi dasar pembangunan fisik maupun transformasi digital Alatau selama beberapa dekade mendatang.

Dalam waktu yang sama, pemerintah juga menyiapkan regulasi baru mengenai arsitektur, konstruksi, dan pengawasan pembangunan. Penyusunannya melibatkan sejumlah perusahaan konsultan internasional agar standar yang diterapkan sejalan dengan praktik global.

AI Jadi Bagian dari Strategi Nasional

Bagi Kazakhstan, pembangunan Alatau bukan sekadar menghadirkan kawasan permukiman modern.

Melalui konsep kota AI, pemerintah ingin menciptakan model pengelolaan perkotaan yang lebih efisien, berbasis data, dan mampu merespons perubahan secara cepat. Jika implementasinya berhasil, Alatau berpotensi menjadi acuan bagi pengembangan kota-kota lain di Kazakhstan sekaligus memperkuat posisi negara tersebut dalam persaingan transformasi digital di kawasan Asia Tengah. ***