Elon Musk Tolak Permintaan Ukraina Gunakan Starlink untuk Serang Rusia

Elon Musk menolak permintaan Ukraina untuk menggunakan Starlink dalam serangan jauh ke Rusia karena khawatir risiko eskalasi.
Elon Musk dan layanan Starlink yang digunakan di Ukraina.
Ukraina meminta Starlink membantu memburu peluncur rudal Rusia, tetapi Elon Musk menolak. Zelensky bahkan meminta Trump ikut membujuknya.

LENTERAMERAH — Elon Musk menolak permintaan Ukraina untuk mengizinkan Starlink digunakan dalam serangan jauh ke wilayah Rusia. Musk khawatir penggunaan jaringan satelit tersebut untuk operasi ofensif akan memperbesar eskalasi perang Rusia-Ukraina.

Sebagaimana dilansir KP.RU dengan mengutip The Atlantic, Kyiv meminta perluasan penggunaan Starlink untuk membantu operasi drone terhadap sasaran jauh di Rusia. Permintaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan Ukraina untuk memburu peluncur rudal Rusia dari jarak jauh. (kp.ru)

Musk menolak permintaan Ukraina

Menurut The Atlantic, Mykhailo Fedorov, yang sebelumnya menjabat Menteri Pertahanan Ukraina, berusaha mendapatkan persetujuan Musk agar Starlink dapat digunakan untuk operasi tersebut. Fedorov dikenal memiliki hubungan erat dengan pengembangan infrastruktur digital dan penggunaan teknologi dalam pertahanan Ukraina.

Musk tidak memberikan persetujuan. Kekhawatiran utamanya adalah penggunaan Starlink untuk membantu serangan jauh ke wilayah Rusia dapat membawa konflik ke tingkat eskalasi yang lebih tinggi.

Posisi tersebut konsisten dengan sikap Musk yang beberapa kali menempatkan risiko eskalasi sebagai alasan untuk membatasi penggunaan Starlink dalam operasi militer Ukraina. Starlink sejak awal perang memang telah menjadi bagian penting dari komunikasi Ukraina, tetapi SpaceX juga pernah membatasi penggunaan sistemnya untuk operasi tertentu.

Zelensky minta Trump ikut membujuk Musk

Permintaan Kyiv bahkan dibawa ke tingkat politik Amerika Serikat. Menurut The Atlantic, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Presiden Donald Trump membantu mengatur pembicaraan dengan Musk mengenai penggunaan Starlink.

Namun, Trump tidak memberikan tanggapan positif terhadap permintaan tersebut. Musk tetap menolak memberikan izin untuk penggunaan Starlink dalam operasi serangan jauh.

Situasi ini memperlihatkan posisi unik Musk dalam perang Rusia-Ukraina. Starlink merupakan teknologi milik perusahaan swasta, tetapi jaringan tersebut telah menjadi bagian penting dari kemampuan komunikasi Ukraina sejak awal invasi Rusia pada 2022.

Pada Januari 2026, Ukraina dan SpaceX bahkan bekerja sama untuk menghentikan penggunaan Starlink oleh drone Rusia. Menteri Pertahanan Ukraina saat itu, Mykhailo Fedorov, mengatakan pemerintahnya menghubungi SpaceX setelah menemukan terminal Starlink pada drone Rusia. Menurut Kementerian Pertahanan Ukraina, SpaceX kemudian membantu mencari solusi untuk menghentikan penggunaan tidak sah tersebut. (mod.gov.ua)

Kini persoalannya berbalik. Ukraina sendiri meminta akses yang lebih luas untuk menggunakan Starlink dalam operasi ofensif terhadap sasaran di Rusia, tetapi Musk tidak memberikan persetujuan.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi komunikasi satelit strategis tidak sepenuhnya berada di tangan negara yang menggunakannya. Dalam kasus Starlink, perusahaan penyedia dan pemilik infrastrukturnya masih memiliki kendali atas bagaimana layanan tersebut dapat digunakan.

Bagi Ukraina, persoalannya adalah bagaimana mempertahankan kemampuan serangan jarak jauh tanpa memperoleh akses yang diminta. Bagi Musk, penolakan tersebut menunjukkan bahwa ia masih berusaha mempertahankan batas antara dukungan terhadap kemampuan pertahanan Ukraina dan penggunaan Starlink untuk memperluas serangan ke wilayah Rusia. ***