De Gaulle Menantang Dolar Amerika Enam Tahun Sebelum Bretton Woods Runtuh

Pada 1965, Charles de Gaulle menantang sistem dolar-emas Bretton Woods dan mulai mengubah cadangan dolar Prancis menjadi emas.
De Gaulle menukar dolar Prancis dengan emas dan menantang sistem moneter Amerika sebelum Bretton Woods akhirnya runtuh pada 1971.

LENTERAMERAH – Pada 4 Februari 1965, Charles de Gaulle berdiri di Istana Élysée dan menyerang fondasi sistem moneter internasional yang selama dua dekade memberi dolar Amerika posisi istimewa. Menurut de Gaulle, sistem tersebut memungkinkan Amerika Serikat membiayai defisitnya dengan mata uang yang diterima dunia sebagai cadangan, sementara negara-negara lain menumpuk dolar yang secara resmi masih dapat ditukar dengan emas.

Masalahnya terletak pada janji yang menopang sistem Bretton Woods. Sejak 1944, Amerika Serikat mempertahankan konvertibilitas dolar terhadap emas pada harga US$35 per troy ounce bagi otoritas moneter asing. Selama negara-negara lain percaya bahwa dolar pada akhirnya dapat ditukar dengan emas, sistem tersebut dapat berjalan.

Peristiwa tersebut kembali disorot Rina Lu (@rinalu_) dalam sebuah thread di X pada 23 Agustus. Ia menempatkan pidato de Gaulle sebagai salah satu contoh awal tantangan terhadap dominasi dolar, jauh sebelum sistem Bretton Woods akhirnya runtuh pada 1971.

De Gaulle melihat persoalan yang berbeda. Dalam konferensi persnya pada 4 Februari 1965, ia mengatakan bahwa sistem tersebut telah memberikan Amerika Serikat kemampuan untuk berutang kepada negara lain tanpa biaya karena dolar diperlakukan sebagai pengganti emas. Ia menyerukan agar sistem moneter internasional kembali bertumpu pada emas, yang menurutnya tidak memiliki kebangsaan dan dapat diterima oleh semua negara.

Ini bukan sekadar pidato.

Prancis mulai mengubah cadangan dolarnya menjadi emas dalam jumlah besar. Penelitian IMF mengenai keruntuhan sistem Bretton Woods mencatat bahwa Prancis melakukan konversi dolar ke emas secara agresif sejak awal 1965. Langkah tersebut menempatkan persoalan yang selama ini bersifat teoritis menjadi sangat konkret. Jika dolar benar-benar setara dengan emas, negara yang memegang dolar dapat meminta emasnya.

Tekanan tersebut datang ketika Amerika Serikat menghadapi kebutuhan pembiayaan yang semakin besar. Pengeluaran pemerintah meningkat, termasuk biaya Perang Vietnam, sementara dolar terus beredar dalam sistem internasional. Pada saat yang sama, negara-negara lain semakin memiliki alasan untuk mempertanyakan apakah cadangan emas Amerika cukup untuk menopang seluruh dolar yang berada di luar negeri.

De Gaulle tidak sendirian mempertanyakan sistem tersebut. Menteri Keuangan Prancis Valéry Giscard d’Estaing sudah menyerukan reformasi sistem moneter internasional pada 1964 dan menempatkan emas sebagai fondasi utama sistem pembayaran. Namun de Gaulle membawa persoalan itu ke tingkat politik yang jauh lebih tinggi.

Dua tahun setelah serangan terhadap sistem dolar tersebut, de Gaulle mengambil langkah strategis lain. Pada 1966, Prancis menarik diri dari struktur komando militer terintegrasi NATO. Prancis tetap menjadi anggota NATO, tetapi pasukan Prancis tidak lagi berada di bawah struktur komando militer terintegrasi dan pasukan asing serta markas NATO harus meninggalkan wilayah Prancis. Markas NATO kemudian dipindahkan ke Brussels, sementara SHAPE dipindahkan ke Belgia.

Dua keputusan itu berada dalam konteks yang sama. De Gaulle menolak ketergantungan Prancis pada struktur yang menurutnya memberikan terlalu banyak ruang kepada Amerika Serikat, baik dalam sistem moneter maupun pertahanan Barat.

Namun tantangan terhadap dolar ternyata tidak berhenti sebagai perdebatan Prancis. Pada 15 Agustus 1971, Presiden Richard Nixon menghentikan konvertibilitas dolar terhadap emas bagi pemerintah dan bank sentral asing. Sistem yang selama puluhan tahun menghubungkan dolar dengan emas akhirnya berakhir.

De Gaulle meninggal pada 1970 dan tidak menyaksikan keputusan Nixon. Tetapi enam tahun sebelumnya, ia sudah menunjuk persoalan yang kemudian memaksa sistem Bretton Woods berubah.

Ia tidak menjatuhkan dolar sendirian. Tetapi ketika Washington akhirnya menutup pintu emas pada 1971, peringatan yang dilontarkan Paris pada 1965 terlihat jauh lebih dari sekadar kegelisahan seorang presiden Prancis terhadap sistem moneter Amerika. ***