Bank Jakarta Perluas Kredit Pedagang Pasar, 100 Pedagang Kramat Jati Dapat Akses Pembiayaan

Bank Jakarta memperluas kredit pedagang pasar melalui akad pembiayaan bagi 100 pelaku usaha di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kredit pedagang pasar Bank Jakarta mencapai Rp326 miliar hingga Juni 2026, termasuk pembiayaan bagi pedagang Kramat Jati.

LENTERAMERAH — Bank Jakarta memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar melalui akad kredit massal yang melibatkan 100 pelaku usaha di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 1 September 2026, itu disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pemangku kepentingan terkait.

Program pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta memperkuat akses keuangan bagi pelaku usaha mikro, khususnya pedagang yang menjalankan aktivitas ekonomi di pasar-pasar Jakarta.

Bank Jakarta Dekatkan Layanan ke Pedagang

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan layanan perbankan perlu hadir lebih dekat dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang,” ujar Agus.

Pendekatan tersebut didukung melalui 243 Sentra Mikro Bank Jakarta yang tersebar di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Keberadaan jaringan tersebut diarahkan untuk mempermudah pelaku usaha mikro memperoleh akses pembiayaan sekaligus memungkinkan Bank Jakarta memahami kebutuhan usaha di setiap kawasan.

Bagi pedagang pasar, akses layanan yang lebih dekat menjadi penting karena sebagian besar aktivitas mereka berlangsung di lokasi usaha. Kebutuhan modal kerja pun sering kali harus dipenuhi tanpa mengganggu kegiatan perdagangan sehari-hari.

Kredit Pedagang Kramat Jati Capai Rp48 Miliar

Pasar Induk Kramat Jati menjadi salah satu kawasan dengan penyaluran pembiayaan cukup besar dari Bank Jakarta.

Hingga saat ini, kredit yang telah disalurkan kepada pedagang di kawasan tersebut mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 debitur.

Pasar Induk Kramat Jati sendiri memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha. Besarnya aktivitas perdagangan di kawasan itu membuat kebutuhan terhadap modal kerja menjadi bagian penting dalam menjaga perputaran usaha para pedagang.

Pembiayaan Bank Jakarta tersedia melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR, dengan plafon hingga Rp500 juta sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Pembiayaan Pedagang Pasar Tembus Rp326 Miliar

Perluasan kredit pedagang pasar tidak hanya dilakukan di Kramat Jati.

Berdasarkan data hingga Juni 2026, total pembiayaan Bank Jakarta kepada pedagang pasar di Jakarta telah mencapai sekitar Rp326 miliar yang disalurkan kepada 2.388 debitur.

Namun, Agus menegaskan keberhasilan program pembiayaan tidak semata-mata diukur dari nilai kredit yang berhasil disalurkan.

“Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang kami salurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” kata Agus.

Bank Jakarta menempatkan pembiayaan sebagai bagian dari proses pengembangan usaha. Modal yang diperoleh pedagang diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membantu usaha berkembang secara bertahap.

“Hari ini mungkin nasabah mikro, besok berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Bank Jakarta harus tetap hadir dan tumbuh bersama mereka.”

Sinergi dengan Pemprov DKI dan Pasar Jaya

Program pembiayaan pedagang pasar tersebut turut melibatkan sinergi antara Bank Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Perumda Pasar Jaya.

Rano Karno menilai ketersediaan modal kerja menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pedagang dalam menjaga keberlangsungan usahanya.

“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Rano.

Pasar Induk Kramat Jati menjadi salah satu pusat perdagangan kebutuhan pangan yang memiliki peran penting dalam rantai distribusi Jakarta. Aktivitas ribuan pedagang di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perdagangan di tingkat pasar, tetapi juga dengan pasokan barang hingga ke konsumen.

Melalui perluasan pembiayaan pedagang pasar, Bank Jakarta berupaya memperkuat kehadirannya di pusat-pusat ekonomi masyarakat. Strategi tersebut juga berjalan seiring dengan transformasi layanan perbankan dan pengembangan sektor UMKM di Jakarta. ***