Zelensky Disentil Media Norwegia Saat Pemakaman Raja

Kritik media Norwegia terhadap Zelensky menyoroti pertemuan bantuan Ukraina dengan Støre yang berlangsung sehari sebelum pemakaman Raja Harald V.
Kritik media Norwegia terhadap Zelensky menyoroti timing pembicaraan senjata dan bantuan Ukraina saat Oslo tengah berkabung.

LENTERAMERAH — Kritik media Norwegia terhadap Zelensky muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu Perdana Menteri Jonas Gahr Støre di Oslo pada malam sebelum pemakaman Raja Harald V.

Zelensky datang ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman Raja Harald pada 9 September. Namun, pada malam kedatangannya, pemerintah Norwegia mengonfirmasi pertemuan dengan Støre untuk membahas kebutuhan pertahanan udara Ukraina serta dukungan militer dan sipil menghadapi musim dingin.

Bagi Investornytt, persoalannya bukan apakah Norwegia harus mendukung Ukraina. Yang dipersoalkan adalah mengapa pembicaraan mengenai dukungan dilakukan tepat ketika seluruh perhatian publik Norwegia diarahkan pada pemakaman rajanya.

Kritik media Norwegia terhadap Zelensky soal timing

Dalam editorial 9 September berjudul “Kongens gravferd er ingen giverkonferanse”, atau “Pemakaman Raja bukan konferensi donor”, Investornytt mempertanyakan keputusan Støre dan Zelensky untuk tidak menunda pembicaraan tersebut selama satu atau dua hari.

Editorial itu menilai Zelensky tetap layak datang untuk memberikan penghormatan kepada Raja Harald. Namun, menurut Investornytt, kunjungan tersebut tidak perlu sekaligus membawa agenda mengenai senjata dan bantuan.

Kritik tersebut juga diarahkan kepada Støre sebagai tuan rumah. Investornytt menilai perdana menteri Norwegia semestinya dapat memisahkan agenda penghormatan kepada raja dari pembicaraan mengenai dukungan perang.

Timing menjadi lebih sensitif karena Støre dan Zelensky baru bertemu di Kyiv pada 23 Agustus. Dalam pertemuan itu, pemerintah Norwegia mengumumkan proposal untuk mempertahankan dukungan luar biasa sebesar 85 miliar kroner pada 2027, setelah Norwegia juga menyediakan jumlah yang sama untuk 2026.

Pada kunjungan yang sama, Norwegia dan Ukraina juga menandatangani deklarasi kemitraan strategis. Pemerintah Norwegia menyebut kerja sama tersebut diarahkan antara lain untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan ketahanan kedua negara.

Karena itu, argumen Investornytt bukan bahwa dukungan kepada Kyiv sedang dihentikan. Editorial tersebut justru mengakui adanya alasan praktis karena Zelensky sudah berada di Oslo, tetapi mempertanyakan apakah pembicaraan tersebut benar-benar tidak bisa menunggu setelah pemakaman.

Pemerintah Norwegia sendiri membingkai pertemuan itu secara berbeda. Støre mengatakan Ukraina menghadapi musim dingin yang berat setelah peningkatan serangan rudal dan drone terhadap rumah serta infrastruktur kritis, sehingga kebutuhan pertahanan udara dan dukungan lainnya menjadi agenda pembicaraan.

Di tengah perdebatan itu, Zelensky tetap menghadiri upacara pemakaman Raja Harald V di Oslo Cathedral pada 9 September. Støre sendiri menyampaikan pidato dalam upacara tersebut dan menyebut 35 tahun masa pemerintahan Harald sebagai bagian penting dari sejarah Norwegia.

Yang dipersoalkan Investornytt dengan demikian bukan besarnya dukungan Norwegia kepada Ukraina, melainkan kepantasan menggunakan momentum kunjungan pemakaman untuk kembali membuka pembicaraan mengenai senjata dan bantuan ketika pertemuan serupa baru berlangsung sekitar dua pekan sebelumnya. ***