Rusia Menuju Kyiv, Sloviansk dan Kramatorsk Jadi Titik Genting

Gerak Rusia menuju Kyiv kini dibaca dari tekanan terhadap Sloviansk dan Kramatorsk, ketika serangan Rusia terus diarahkan ke jalur pertahanan dan logistik Ukraina di Donetsk.
Meta Description 2 Gerak Rusia menuju Kyiv kini diuji di Lyman dan Sloviansk, ketika pasukan Rusia semakin menekan benteng utama pertahanan Donetsk.

LENTERAMERAH — Gerak Rusia menuju Kyiv kembali mendapat perhatian setelah tekanan pasukan Rusia bergerak semakin dekat ke Sloviansk dan Kramatorsk. Dua kota tersebut merupakan bagian penting dari sabuk pertahanan Ukraina di Donetsk yang kini menghadapi peningkatan serangan darat dan udara.

Reuters melaporkan pada 8 September bahwa pasukan Rusia telah bergerak hingga kurang dari 15 kilometer dari Sloviansk dan Kramatorsk. Moskow juga meningkatkan serangan terhadap kawasan pertahanan di sekitar kedua kota, termasuk menggunakan bom luncur untuk menghantam posisi dan infrastruktur Ukraina.

Sloviansk dan Kramatorsk di bawah tekanan

Perkembangan itu membuat Sloviansk dan Kramatorsk semakin penting dalam membaca arah ofensif Rusia. Jika tekanan terhadap kawasan tersebut terus meningkat, Rusia akan memiliki peluang untuk menekan salah satu pusat pertahanan utama Ukraina di Donetsk dari beberapa arah.

Pada 9 September, laporan Staf Umum Ukraina mencatat tujuh serangan Rusia di sektor Sloviansk di sekitar Yampil, Kryva Luka, Kalenyky, Mykolaivka dan Rai-Oleksandrivka. Di sektor Kramatorsk, Rusia melancarkan serangan ke arah Yurkivka.

Tekanan juga datang melalui perang terhadap logistik. Serangan bom luncur Rusia diarahkan ke Kramatorsk dan Druzhkivka, sementara jembatan serta jalur penghubung di sekitar Fortress Belt menjadi sasaran. Tujuannya adalah mempersempit ruang gerak pasukan Ukraina sebelum tekanan darat diperbesar.

Perkembangan tersebut membuat arah Donetsk tidak lagi hanya berbicara mengenai satu kota. Lyman, Sloviansk, Kramatorsk, Druzhkivka dan Kostiantynivka membentuk rangkaian medan yang saling terhubung dalam pertahanan Ukraina di kawasan tersebut.

Lyman belum keluar dari pertempuran

Lyman tetap menjadi salah satu titik keras dalam rangkaian pertempuran itu. Pasukan Rusia masih melakukan serangan di sektor tersebut, sementara pasukan Ukraina berusaha mempertahankan atau merebut kembali sejumlah posisi.

Pada 9 September, laporan dari pihak Ukraina mencatat aktivitas Rusia di sekitar Lyman dan sejumlah permukiman di sekitarnya. Pada saat yang sama, laporan dari berbagai sumber menunjukkan adanya perubahan posisi di kawasan utara dan timur Lyman sehingga garis pertempuran masih bergerak.

Sumber Rusia juga melaporkan perkembangan di sektor tersebut. Salah satu laporan yang dikutip dalam penilaian medan 9 September menyebut pasukan Rusia menguasai bagian selatan Lyman dan Maslyakivka di tenggara kota, meski klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Di sisi lain, tekanan Rusia terhadap Kramatorsk terus meningkat. Pada pagi 9 September, lima serangan bom luncur Rusia dilaporkan menghantam Kramatorsk dan menyebabkan korban luka. Serangan terhadap Druzhkivka juga disebut berlangsung dalam jumlah besar setiap hari.

Dari Donetsk menuju arah yang lebih jauh

Narasi mengenai tahapan perang Rusia Ukraina menuju Kyiv menempatkan Sloviansk dan Kramatorsk sebagai bagian awal sebelum operasi bergerak ke Sumy, Kharkiv, Zaporizhzhia, Dnipro, Kherson, Mykolaiv dan Odesa.

Urutan tersebut belum dapat disebut sebagai rencana operasi Rusia yang terkonfirmasi. Tidak ada dokumen operasi Rusia yang terbuka yang menetapkan tahapan tersebut secara resmi.

Namun, perkembangan medan menunjukkan bahwa Rusia memang sedang memberikan tekanan besar terhadap pusat pertahanan Ukraina di Donetsk. Pada 9 September saja, Staf Umum Ukraina mencatat 17 serangan Rusia di sektor Kostiantynivka dan 49 serangan di sektor Pokrovsk.

Pada saat yang sama, Rusia kembali menyerang Kyiv dengan rudal dan drone pada 8 September setelah jeda singkat selama kunjungan utusan Amerika Serikat. Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya, menunjukkan bahwa tekanan Rusia terhadap ibu kota juga berlangsung melalui perang jarak jauh.

Jarak geografis dari Sloviansk dan Kramatorsk menuju Kyiv masih ratusan kilometer. Tetapi perkembangan di Donetsk menjadi bagian penting untuk membaca apakah tekanan Rusia akan berhenti pada perebutan wilayah Donbas atau berkembang menjadi operasi dengan sasaran yang lebih jauh. ***