Indonesia Day MGIMO Bahas Posisi Indonesia di Dunia Multipolar

Indonesia Day di MGIMO pada 24 September 2026 menghadirkan konferensi tentang strategi Indonesia dalam dunia multipolar, kuliah Jerry Sambuaga dan malam kebudayaan.
Indonesia Day MGIMO pada 24 September membahas strategi luar negeri Indonesia dalam dunia multipolar, hubungan RI-Rusia dan diplomasi ekonomi.

LENTERAMERAH — Indonesia akan mendapat panggung khusus di Moscow State Institute of International Relations atau MGIMO pada 24 September 2026 melalui Indonesia Day. Agenda yang diselenggarakan ASEAN Centre MGIMO bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskwa itu akan mengangkat posisi strategis Indonesia dalam dunia multipolar.

Bagian utama Indonesia Day adalah konferensi akademik bertajuk “Indonesia’s Strategic Autonomy in a Multipolar World”. Sejumlah sesi akan membahas dimensi politik dan ekonomi kebijakan luar negeri Indonesia serta perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia.

Indonesia Day MGIMO membahas strategi luar negeri

Tema strategi otonomi Indonesia menempatkan kebijakan luar negeri Jakarta sebagai pokok pembahasan. Forum tersebut akan membahas bagaimana Indonesia menjalankan kepentingan politik dan ekonominya di tengah perubahan arsitektur hubungan internasional.

Pembahasan juga akan diarahkan pada hubungan Indonesia-Rusia. Dengan demikian, konferensi tidak hanya membicarakan posisi Indonesia dalam sistem multipolar secara umum, tetapi juga memasukkan hubungan bilateral sebagai salah satu bagian dari pembahasannya.

Jerry Sambuaga hadir dalam kuliah umum

Selain konferensi akademik, Indonesia Day akan menghadirkan kuliah umum oleh Dr. Jerry Sambuaga, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional Universitas Pelita Harapan.

Jerry sebelumnya menjabat Wakil Menteri Perdagangan RI pada 2019–2024. Latar belakang tersebut menempatkan perdagangan dan diplomasi ekonomi sebagai salah satu konteks penting dalam pembahasan hubungan Indonesia dengan Rusia.

Hubungan ekonomi kedua negara juga berkaitan dengan pembahasan perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia atau EAEU. Kerja sama tersebut mencakup pembahasan mengenai perdagangan dan peluang hubungan ekonomi yang lebih luas.

Dari konferensi ke malam kebudayaan

Indonesia Day tidak hanya berisi agenda akademik. Setelah konferensi dan kuliah umum, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan malam kebudayaan Indonesia.

Peserta yang ingin mengikuti diskusi akademik, kuliah umum maupun malam kebudayaan diwajibkan melakukan pendaftaran. Pendaftaran untuk peserta dibuka hingga 18 September pukul 23.59.

Dengan konferensi “Indonesia’s Strategic Autonomy in a Multipolar World” sebagai agenda utama, MGIMO akan menjadikan Indonesia sebagai fokus pembahasan pada 24 September, dengan politik luar negeri, ekonomi dan hubungan Indonesia-Rusia berada dalam satu rangkaian acara. ***