Rusia Ubah Seleksi Universitas, Jurusan Teknik Kian Diminati

Rusia menyesuaikan penerimaan mahasiswa dengan kebutuhan pasar kerja melalui pembatasan jurusan berbayar dan perubahan aturan seleksi universitas.
Rusia mengubah aturan penerimaan mahasiswa untuk 2027, memangkas jumlah olimpiade akademik dan membatasi penerimaan berbayar pada jurusan tertentu.

LENTERAMERAH — Pemerintah Rusia sedang mengubah mekanisme penerimaan mahasiswa untuk memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja. Perubahan ini berlangsung ketika minat calon mahasiswa bergeser ke bidang sains, teknik, dan rekayasa, sementara penerimaan berbayar pada sejumlah jurusan yang dinilai berlebih di pasar kerja mulai dibatasi.

Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia Valery Falkov

Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia Valery Falkov menyampaikan perkembangan tersebut dalam rapat Persatuan Rektor Rusia. Menurut data kementerian yang dipaparkan dalam pertemuan itu, lebih dari 1,3 juta orang telah diterima di perguruan tinggi Rusia, sedangkan kuota pendidikan yang dibiayai anggaran negara hampir seluruhnya terisi.

Kementerian juga melaporkan peningkatan tajam jumlah pendaftaran pada bidang ilmu alam dan teknik. Namun, paparan tersebut tidak merinci jumlah pendaftar maupun persentase kenaikannya.

Kuota pendidikan mulai diarahkan ke kebutuhan tenaga kerja

Salah satu perubahan yang telah menunjukkan dampak adalah pengaturan penerimaan mahasiswa berbayar. Falkov menyatakan pembatasan diterapkan pada program studi yang dinilai menghasilkan lulusan secara berlebihan dibandingkan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Menurut paparan kementerian, jumlah mahasiswa yang diterima melalui kontrak berbayar pada bidang-bidang tersebut turun hampir 100 ribu orang. Pemerintah akan menggunakan hasil penerapan kebijakan ini untuk menyesuaikan aturan penerimaan pada tahun akademik berikutnya.

Kementerian juga mencatat peningkatan hampir 1,7 kali lipat dalam pemenuhan kuota penerimaan berdasarkan penugasan khusus. Falkov mengaitkan perkembangan tersebut dengan perincian kuota secara penuh dan menekankan perlunya kerja sama lebih erat dengan pemberi kerja agar mekanisme penerimaan sesuai kebutuhan organisasi dan perusahaan.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pengaturan penerimaan mahasiswa tidak lagi hanya menyangkut jumlah kursi di universitas. Pemerintah juga berupaya mengarahkan jalur pendidikan menuju bidang yang dianggap membutuhkan tenaga kerja, meskipun materi kementerian tidak merinci profesi atau sektor industri yang paling kekurangan pekerja.

Olimpiade akademik ikut mengalami perubahan

Penyesuaian juga menyentuh jalur penerimaan melalui olimpiade akademik bagi pelajar. Untuk 2027, jumlah olimpiade yang diperhitungkan dalam mekanisme penerimaan dikurangi dari 83 menjadi 60 setelah mempertimbangkan evaluasi Dewan Olimpiade Pelajar Rusia.

Kementerian mengusulkan sejumlah perubahan aturan bagi pemenang dan peraih penghargaan olimpiade. Draf regulasinya masih dalam proses koordinasi antarkementerian.

Viktor Sadovnichy, Rektor Universitas Negeri Moskwa dan Presiden Persatuan Rektor Rusia, menyatakan bahwa olimpiade seharusnya berfungsi terutama sebagai sarana menemukan pelajar berbakat, bukan semata-mata jalur masuk perguruan tinggi.

“Tujuan bersama kita saat ini adalah mempertahankan semangat khas gerakan olimpiade dan melakukan segala yang mungkin agar olimpiade pelajar tetap menjadi instrumen yang transparan dan efektif untuk menemukan talenta di seluruh negeri,” kata Sadovnichy.

Falkov mengatakan aturan penerimaan berikutnya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi kebijakan dan masukan komunitas universitas. Rangkaian perubahan tersebut mencakup seleksi olimpiade, penerimaan berbayar, serta mekanisme penempatan mahasiswa berdasarkan kebutuhan pemberi kerja. ***