Kunjungan Jensen Huang Perkuat Ambisi AI Kazakhstan

Kunjungan Jensen Huang ke Kazakhstan menandai penguatan kerja sama NVIDIA dengan perusahaan teknologi lokal dan ambisi membangun ekosistem AI nasional.
Dalam kunjungan Jensen Huang, Kazakhstan membahas pengembangan AI nasional dan ambisi menjadi pusat global Physical AI bersama NVIDIA.

LENTERAMERAH — Presiden NVIDIA Jensen Huang bertemu Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev di Istana Kepresidenan Aqorda untuk membahas penguatan kerja sama teknologi dan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam pertemuan tersebut, Tokayev menegaskan pentingnya kemitraan dengan NVIDIA bagi pengembangan ekosistem AI nasional Kazakhstan.

Menurut pernyataan resmi kepresidenan Kazakhstan melalui kanal Aqorda, Tokayev menyampaikan apresiasi atas kontribusi Huang terhadap pengembangan teknologi di negara tersebut. Ia juga menyebut digitalisasi dan kecerdasan buatan sebagai prioritas nasional, sejalan dengan penetapan 2026 sebagai Tahun Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan di Kazakhstan.

“Kunjungan Anda sangat penting untuk memberikan dorongan serius bagi kerja sama kami dengan NVIDIA. Saya ingin secara pribadi berterima kasih atas kontribusi Anda dalam memperkuat kemitraan kita dan atas apa yang Anda lakukan untuk Kazakhstan,” ujar Tokayev.

Kazakhstan bidik pusat global Physical AI

Dalam pertemuan itu, Huang mengapresiasi strategi Kazakhstan untuk membangun negara yang berorientasi pada pengembangan dan penerapan AI secara luas. Ia juga mengusulkan agar Kazakhstan dikembangkan menjadi pusat global Physical AI, teknologi yang menghubungkan kecerdasan buatan dengan dunia fisik melalui robotika, mesin, dan sistem otonom.

Huang menekankan bahwa pengembangan AI membutuhkan dua fondasi utama, yakni pasokan energi yang memadai dan sumber daya manusia dengan kemampuan di bidang sains, matematika, serta teknologi.

“Untuk mengembangkan kecerdasan buatan, pertama-tama dibutuhkan sumber daya energi, serta orang-orang yang memiliki pengetahuan di bidang sains, matematika, dan teknologi. Kazakhstan memiliki potensi besar untuk mengembangkan setiap bidang tersebut,” kata Huang, sebagaimana dikutip dalam pernyataan resmi Aqorda.

Pernyataan itu menempatkan energi dan talenta teknis sebagai bagian penting dari ambisi Kazakhstan untuk memperluas kapasitas AI. Namun, pengumuman tersebut belum merinci investasi, infrastruktur komputasi, atau jadwal realisasi rencana menjadikan negara itu pusat global Physical AI.

NVIDIA perluas kemitraan dengan perusahaan lokal

Huang mengatakan kerja sama NVIDIA dengan Kazakhstan telah menghasilkan perkembangan berarti selama setahun terakhir. Perusahaan tersebut mulai memperkuat hubungan dengan sejumlah perusahaan teknologi lokal, termasuk Firebird AI KZ Ltd dan Kazakhtelecom.

NVIDIA juga mendukung Higgsfield, perusahaan yang disebut dalam pernyataan Aqorda sebagai unicorn teknologi pertama Kazakhstan. Status unicorn merujuk pada perusahaan swasta dengan valuasi sedikitnya US$1 miliar.

“Kami mengembangkan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan Kazakhstan, termasuk Firebird AI KZ Ltd dan Kazakhtelecom, serta mendukung Higgsfield, perusahaan teknologi unicorn pertama Kazakhstan yang menjadi bagian penting dalam ekosistem teknologi global,” ujar Huang.

Ia menyebut kerja sama tersebut sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang dan menyatakan apresiasinya atas keputusan Kazakhstan untuk menjalin kemitraan dengan NVIDIA.

Pertemuan di Aqorda memperlihatkan arah kerja sama yang menghubungkan pengembangan AI nasional dengan perusahaan teknologi global. Bagi Kazakhstan, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan ambisi tersebut menjadi kapasitas energi, infrastruktur, dan kemampuan teknis yang mendukung penerapan AI dalam skala luas. ***