Xi Jinping Peringati 90 Tahun Kemenangan Long March Tentara Merah China

Peringatan 90 tahun Long March Tentara Merah China menjadi momentum Xi Jinping menegaskan warisan revolusi, kepemimpinan Partai Komunis China, dan modernisasi nasional.
Peringatan Long March China ke-90 menghubungkan warisan revolusi 1934–1936 dengan ambisi Xi Jinping membangun negara sosialis modern.

LENTERAMERAH — Presiden China Xi Jinping menghadiri peringatan 90 tahun kemenangan Long March Tentara Merah China di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada 22 Oktober 2026. Dalam pidatonya, Xi menegaskan kembali arti penting kepemimpinan Partai Komunis China (PKC), keteguhan ideologi revolusioner, kemandirian, dan dukungan rakyat dalam perjalanan sejarah negara tersebut.

Menurut laporan Xinhua yang diterbitkan melalui portal resmi pemerintah China, pertemuan itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan partai, termasuk Perdana Menteri Li Qiang, Zhao Leji, Wang Huning, Cai Qi, Ding Xuexiang, Li Xi, dan Wakil Presiden Han Zheng. Sekitar 3.000 orang menghadiri acara tersebut.

Peringatan ini menandai sembilan dekade sejak berakhirnya Long March pada Oktober 1936. Peristiwa tersebut menjadi salah satu episode penting dalam sejarah revolusi China dan pembentukan fondasi politik PKC sebelum berdirinya Republik Rakyat China pada 1949.

Perjalanan 1934–1936 yang menentukan revolusi China

Long March berlangsung dari Oktober 1934 hingga Oktober 1936, ketika pasukan Tentara Merah yang dipimpin PKC bergerak meninggalkan basis-basis revolusioner yang menghadapi tekanan militer pasukan Kuomintang. Dalam pidato peringatan tersebut, Xi menggambarkan situasi saat itu sebagai masa ketika partai dan Tentara Merah menghadapi ancaman serius terhadap kelangsungan mereka.

Berdasarkan uraian sejarah yang disampaikan Xi dan dilaporkan Xinhua, pasukan Tentara Merah melintasi lebih dari 10 provinsi, menempuh perjalanan sekitar 25.000 li, atau kurang lebih 12.500 kilometer, menyeberangi hampir 100 sungai, serta melewati pegunungan bersalju dan kawasan padang rumput yang luas. Pasukan tersebut juga terlibat dalam lebih dari 600 pertempuran dan operasi militer.

Xi menyebut Long March sebagai pencapaian revolusioner yang memiliki arti besar bagi sejarah partai, negara, dan angkatan bersenjata China. Menurutnya, peristiwa tersebut turut memengaruhi perjalanan kebangkitan nasional China dalam jangka panjang.

Long March tidak hanya diperingati sebagai perjalanan militer. Dalam narasi resmi PKC, peristiwa itu juga menjadi simbol kemampuan organisasi revolusioner untuk bertahan di tengah tekanan militer, keterbatasan logistik, dan situasi politik yang tidak menguntungkan.

Xi menegaskan peran Mao Zedong dan kepemimpinan partai

Salah satu pokok utama pidato Xi adalah arti penting kepemimpinan PKC dan penetapan Mao Zedong sebagai inti kepemimpinan partai dalam kemenangan Long March.

Xi menyatakan bahwa kepemimpinan partai yang tepat dan penguatan posisi Mao memiliki peran menentukan dalam perjalanan Tentara Merah. Ia juga menekankan keteguhan kehendak revolusioner dan keyakinan ideologis sebagai faktor yang memungkinkan pasukan menghadapi berbagai kesulitan.

Selain kepemimpinan dan ideologi, Xi menyoroti pentingnya kemandirian serta pendekatan yang berangkat dari kenyataan konkret China. Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip dasar Marxisme harus dipadukan dengan kondisi nyata negara agar dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

Dalam pidatonya, Xi juga menempatkan rakyat sebagai sumber kekuatan partai dan tentara. Dukungan masyarakat terhadap perjuangan revolusioner, menurutnya, merupakan unsur penting yang menopang keberhasilan Long March.

Ia menggambarkan semangat Long March melalui empat unsur, yakni kesetiaan, kebenaran, keadilan, dan persatuan. Xi menyebut warisan tersebut sebagai sumber kekuatan yang tetap relevan untuk menghadapi tantangan pada masa kini.

Dari warisan revolusi menuju modernisasi China

Xi menghubungkan peringatan sejarah tersebut dengan agenda pembangunan China saat ini. Ia menyatakan bahwa perjalanan Long March belum berakhir dalam pengertian politik yang digunakan PKC, melainkan berlanjut sebagai metafora perjuangan untuk mencapai sasaran nasional berikutnya.

Sasaran itu mencakup pembangunan negara sosialis modern yang kuat dan percepatan kebangkitan nasional melalui modernisasi berciri China. Xi juga menekankan pembangunan berkualitas tinggi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, koordinasi antara pembangunan dan keamanan, serta modernisasi pertahanan.

Dalam bidang militer, ia menyerukan percepatan pembangunan Tentara Pembebasan Rakyat China menjadi angkatan bersenjata kelas dunia. Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan PKC atas militer harus terus dipertahankan.

Pidato tersebut memperlihatkan bagaimana kepemimpinan China menghubungkan sejarah revolusi dengan agenda politik dan pembangunan kontemporer. Long March ditempatkan sebagai warisan historis sekaligus kerangka simbolis untuk menjelaskan arah modernisasi negara dan kesinambungan kepemimpinan partai. ***