LENTERAMERAH – Kementerian Energi Belarus menjelaskan tahapan operasional pasar listrik EAEU yang ditargetkan mulai berjalan pada 1 Januari 2027 di sela Forum Ekonomi Eurasia 2026 di Astana, Kazakhstan.
Wakil Menteri Energi Belarus Konstantin Anoshenko menyatakan skema pasar bersama tersebut akan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan efisiensi dan kesiapan teknis seluruh negara anggota.
Menurutnya, tahap awal pasar listrik EAEU akan difokuskan pada mekanisme kontrak bilateral bebas antarorganisasi yang ditunjuk masing-masing negara anggota.
“Kita perlu memahami bagaimana posisi kita di pasar ini, apa yang siap ditawarkan oleh masing-masing negara anggota EAEU, serta menguji kondisi dasar dari berfungsinya pasar tersebut,” ujar Anoshenko.
Negara anggota EAEU meliputi Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kyrgyzstan.
Fase Kedua Baru Dimulai pada 2029
Dalam rancangan keputusan yang sedang dibahas para kepala negara EAEU, fase kedua integrasi pasar listrik bersama dijadwalkan berlangsung pada 1 Januari 2029.
Tahap tersebut akan mencakup mekanisme perdagangan yang lebih kompleks seperti day-ahead market atau perdagangan listrik sehari sebelum kebutuhan distribusi berlangsung.
Menurut Kementerian Energi Belarus, skema tersebut membutuhkan sinkronisasi sistem kendali lintas negara, infrastruktur digital, serta harmonisasi regulasi domestik yang jauh lebih rumit.
Sejumlah elemen perdagangan terorganisir bahkan disebut masih berpotensi mengalami penyesuaian jadwal hingga 2030 karena tantangan integrasi teknis dan hukum di antara lima negara anggota.
Pasar Listrik EAEU Jadi Penyeimbang BelAES
Bagi Belarus, pembentukan pasar listrik EAEU memiliki arti strategis setelah beroperasinya penuh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Belarus atau BelAES.
Surplus energi dari PLTN tersebut membutuhkan jaringan distribusi regional yang lebih fleksibel agar keseimbangan daya sistem energi Belarus tetap stabil.
Anoshenko menjelaskan salah satu fungsi utama pasar bersama Eurasia adalah menciptakan mekanisme jual beli listrik lintas negara yang mampu membantu penyeimbangan beban energi regional.
“Keseimbangan daya dari sistem energi memerlukan penyesuaian tertentu dari sudut pandang beban peralatan terkait dan efisiensi fungsinya,” ujarnya.
Belarus selama beberapa tahun terakhir memang terus mendorong integrasi energi Eurasia sebagai bagian dari strategi efisiensi sistem energi nasional pascaoperasional penuh BelAES.
Kazakhstan Dorong Integrasi AI dalam Sistem Energi
Di forum Astana, Kazakhstan juga mendorong penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam pengelolaan pasar listrik EAEU.
Perwakilan Kementerian Energi Kazakhstan Erlan Akkenzhenov mengusulkan penggunaan AI dalam sistem dispatch forecasting atau prediksi distribusi dan lonjakan beban listrik lintas negara.
Teknologi tersebut dipandang penting untuk menjaga stabilitas jaringan energi regional tanpa mengganggu kepentingan nasional masing-masing anggota.
Selain perdagangan energi, integrasi pasar listrik EAEU juga membuka akses yang lebih transparan terhadap infrastruktur transmisi listrik dan energi antarnegara Eurasia.
Integrasi Energi Jadi Agenda Strategis Eurasia
Pembentukan pasar listrik bersama menjadi salah satu agenda ekonomi paling penting dalam proses integrasi EAEU beberapa tahun terakhir.
Selain memperkuat ketahanan energi regional, proyek tersebut juga dipandang sebagai bagian dari pembangunan konektivitas strategis Eurasia dari Minsk hingga Astana.
Forum Ekonomi Eurasia ke-5 sendiri berlangsung pada 28 hingga 29 Mei 2026 di Astana bersamaan dengan sidang Dewan Ekonomi Tertinggi Eurasia yang dihadiri para kepala negara anggota EAEU. ***



