Belarus Perketat Regulasi Industri Taksi

Sistem register nasional taksi Belarus mulai mengubah industri transportasi sekaligus memicu kritik terhadap algoritma AI agregator.
Ketua Asosiasi Operator Angkutan Penumpang Belarus Ekaterina Stankevich dalam program televisi ekonomi.
Ekaterina Stankevich membahas dampak reformasi industri taksi Belarus dan dominasi AI agregator digital dalam program Ekonomicheskaya Sreda.

LENTERAMERAH – Reformasi besar industri taksi Belarus mulai memunculkan dinamika baru setelah pemerintah mewajibkan seluruh pengemudi, armada, perusahaan taksi, dan agregator digital masuk ke dalam sistem register nasional terpusat.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Dekret Presiden Belarus No. 32 tentang pengaturan transportasi penumpang.

Tujuan utamanya adalah memutihkan pasar transportasi dari sektor informal, meningkatkan keamanan penumpang, serta memperkuat transparansi pajak.

Ketua Asosiasi Operator Angkutan Penumpang Profesional Belarus Ekaterina Stankevich mengatakan perubahan pasar justru menghasilkan efek yang tidak sepenuhnya diperkirakan sebelumnya.

“Jumlah armada pada kenyataannya meningkat, sementara tarif perjalanan justru menurun,” ujar Stankevich.

Konflik Bergeser ke Platform Digital

Menurut Stankevich, ketegangan utama saat ini bukan lagi berasal dari regulator negara atau sistem register nasional.

Ia menilai masalah terbesar justru muncul dari dominasi agregator digital taksi yang dianggap memiliki kekuasaan terlalu besar terhadap pengemudi dan operator.

“Sikap negatif yang terbentuk di kalangan kami saat ini bukan ditujukan kepada sistem register, bukan kepada pihak regulator, dan bukan pula kepada badan pengawas,” katanya.

Ia menyebut agregator digital kini berubah menjadi semacam “register tandingan” karena dapat menentukan siapa yang boleh tetap beroperasi di pasar.

Dalam praktiknya, pemblokiran akun pengemudi sering dilakukan otomatis oleh sistem kecerdasan buatan atau AI tanpa proses pembelaan yang jelas.

Pengemudi Keluhkan Vonis AI

Asosiasi operator menilai pengemudi kehilangan ruang untuk membela diri ketika terkena sanksi otomatis dari algoritma agregator.

Jika seorang pengemudi diblokir karena laporan penumpang atau dugaan pelanggaran tertentu, keputusan tersebut kerap langsung dijalankan sistem tanpa proses mediasi manusia.

“Operator tidak memiliki kesempatan untuk membela hak-haknya karena semua keputusan itu ditentukan oleh kecerdasan buatan,” ujar Stankevich.

Menurut asosiasi, agregator digital cenderung lebih berpihak kepada kepentingan penumpang demi menjaga rating layanan dan kompetisi harga.

Situasi tersebut memicu tuntutan agar pemerintah Belarus mulai mengatur transparansi algoritma AI di sektor transportasi digital.

Jam Kerja Pengemudi Kini Diawasi Ketat

Salah satu perubahan paling kontroversial dalam reformasi taksi Belarus adalah pembatasan jam kerja pengemudi.

Aturan baru membatasi pengemudi maksimal bekerja 12 jam per hari atau sekitar 40 jam per minggu.

AI milik agregator akan otomatis menonaktifkan akun pengemudi jika sistem mendeteksi waktu kerja melewati batas yang ditentukan.

Pengemudi mengeluhkan sistem tersebut tidak mempertimbangkan kondisi lapangan seperti kemacetan panjang atau perjalanan terakhir yang belum selesai saat batas waktu tercapai.

Sertifikasi Pengemudi Mulai Diperketat

Pemerintah Belarus juga mulai memperketat aspek kompetensi profesi pengemudi taksi pada 2026.

Seluruh pengemudi diwajibkan mengikuti kursus penyegaran berkala yang mencakup keselamatan berkendara, etika pelayanan, hingga pelatihan pertolongan pertama.

Pengemudi yang gagal memperbarui sertifikat pelatihan berisiko dikeluarkan dari register nasional.

Jika nama pengemudi terhapus dari database negara, agregator secara hukum wajib memutus akses order mereka.

Belarus Awasi Arus Dana Agregator Asing

Selain pengawasan transportasi, reformasi ini juga memiliki dimensi ekonomi digital dan fiskal.

Pemerintah Belarus ingin memastikan transaksi pembayaran non-tunai dari layanan taksi tetap berada dalam pengawasan sistem perbankan domestik.

Semua pembayaran digital kini wajib diproses melalui bank Belarus yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan pajak nasional.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan kekhawatiran pemerintah terhadap potensi pelarian modal melalui komisi agregator asing seperti Yandex Go yang mendominasi pasar transportasi kawasan Eurasia. ***