LENTERAMERAH – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menjelang pemilu parlemen Armenia yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni 2026.
“Nikol menerima dukungan penuh dan tanpa syarat dari saya untuk terpilih kembali pada 7 Juni 2026,” tulis Trump melalui jejaring sosial Truth Social.
Trump menyebut Pashinyan memiliki visi yang sama dengannya mengenai perdamaian dan kemakmuran bagi Armenia maupun kawasan Kaukasus Selatan secara lebih luas.
Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan komitmen Washington untuk mempercepat pembangunan proyek koridor strategis bernama TRIPP atau Trump Route for International Peace and Prosperity.
Proyek TRIPP Disebut Akan Ubah Kaukasus Selatan
Trump menyatakan proyek tersebut akan “mengubah Kaukasus Selatan” serta membuka akses bagi perusahaan energi Amerika Serikat menuju koridor ekonomi dari Asia Tengah.
Rute ini diproyeksikan menghubungkan wilayah utama Azerbaijan dengan eksklav Nakhchivan melalui wilayah Armenia.
Selain jalur transportasi, proyek tersebut juga mencakup pembangunan pipa minyak dan gas, jaringan transmisi listrik, kabel internet, hingga konektivitas kereta api antara Yerevan dan Baku.
Pashinyan sebelumnya menyebut Armenia dan Amerika Serikat menargetkan finalisasi rincian implementasi proyek TRIPP dalam waktu satu bulan ke depan.
AS Perkuat Jejak Strategis di Armenia
Pengumuman dukungan Trump muncul tidak lama setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melakukan kunjungan resmi ke Yerevan pada 26 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Rubio menandatangani perjanjian kemitraan strategis dan nota kesepahaman terkait mineral kritis bersama Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan.
Skema proyek TRIPP sendiri mulai mengerucut dengan model konsesi selama 49 tahun melalui perusahaan bentukan AS bernama TRIPP Development Company.
Menurut rancangan awal, Amerika Serikat akan memegang saham mayoritas sebesar 74 persen. Meski demikian, Armenia menegaskan kedaulatan wilayah atas koridor tersebut tetap berada di tangan negara Armenia.
Rusia Soroti Arah Politik Armenia
Di tengah penguatan hubungan Armenia dengan Barat, Rusia terus menyampaikan kekhawatiran terhadap arah geopolitik Yerevan.
Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya menilai Barat berupaya memanfaatkan Armenia untuk melawan Moskwa dengan menarik negara itu masuk ke orbit Uni Eropa melalui slogan integrasi dan modernisasi.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev juga menuduh Pashinyan sedang membawa Armenia menuju jalur yang serupa dengan Ukraina.
Menurut Medvedev, Armenia berusaha mendekat ke Uni Eropa namun tetap ingin mempertahankan keuntungan ekonomi dari keanggotaannya di Uni Ekonomi Eurasia atau EAEU.
Pemilu Armenia Jadi Titik Balik Geopolitik
Pemilu parlemen Armenia pada 7 Juni 2026 kini dipandang sebagai salah satu momentum geopolitik paling penting di kawasan Kaukasus Selatan.
Sebagian analis menilai masyarakat Armenia sedang menghadapi pilihan strategis antara memperkuat integrasi ke Barat bersama AS dan Uni Eropa atau kembali mempererat ketergantungan tradisional kepada Rusia dan aliansi CSTO.
Di tengah rivalitas geopolitik yang semakin tajam, hasil pemilu Armenia diperkirakan akan berdampak besar terhadap arah keseimbangan kekuatan di kawasan Eurasia dan Kaukasus Selatan. ***



