Ekspansi m-Pise Digital Arahkan Layanan ke 500 Ribu Nasabah LPD pada 2026

Transformasi digital LPD Bali terus melaju. Lewat m-Pise Digital, lebih dari 500 ribu nasabah ditargetkan terlayani pada 2026 sebagai bagian dari penguatan LPD Digital yang berkelanjutan.
m-Pise Digital menjadi fondasi transformasi layanan LPD menuju ekosistem ekonomi desa adat berbasis digital
m-Pise Digital menjadi fondasi transformasi layanan LPD menuju ekosistem ekonomi desa adat berbasis digital

LENTERAMERAH – Transformasi digital Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali terus melaju. Melalui platform m-Pise Digital, layanan LPD ditargetkan dapat menjangkau lebih dari 500 ribu nasabah pada 2026. Sasaran ini disampaikan Ketua Badan Kerja Sama LPD (BKS-LPD) Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., sebagai bagian dari agenda percepatan penguatan LPD Digital yang berkelanjutan.

m-Pise Digital dikembangkan sebagai platform layanan terpadu untuk mendukung operasional LPD sekaligus memperluas akses keuangan bagi krama desa adat. Kehadirannya tidak hanya difokuskan pada fungsi transaksi, tetapi juga diarahkan sebagai fondasi ekosistem ekonomi digital desa adat yang inklusif dan responsif terhadap perubahan zaman.

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., menilai digitalisasi merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, LPD perlu segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan di masa depan.

“LPD harus masuk ke era digital agar tetap hidup dan berkelanjutan. Target lebih dari 500 ribu pengguna m-Pise Digital pada 2026 merupakan bagian dari percepatan membangun LPD Digital yang kuat, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan generasi hari ini dan ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan LPD ke depan tidak hanya berkaitan dengan permodalan dan tata kelola, tetapi juga regenerasi nasabah serta pengurus. Perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, menuntut LPD menghadirkan layanan yang praktis, cepat, dan selaras dengan perkembangan teknologi.

Dalam kerangka tersebut, m-Pise Digital diposisikan sebagai sarana regenerasi LPD. Platform digital memungkinkan LPD menjangkau nasabah muda tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai lembaga keuangan berbasis adat. Digitalisasi diharapkan menjaga kesinambungan peran LPD di tengah dinamika sosial dan teknologi yang terus bergerak.

USSI Dewata Teknologi selaku pengembang m-Pise Digital memandang target 500 ribu nasabah sebagai indikator penting keberhasilan transformasi digital LPD. Platform ini dirancang untuk memperluas layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga.

Direktur USSI Dewata Teknologi, Ihin Solihin, menyebut m-Pise Digital dikembangkan dengan orientasi jangka panjang. Platform ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan LPD di era digital.

“m-Pise Digital bukan sekadar aplikasi, melainkan strategi keberlanjutan LPD. Platform ini kami rancang sebagai alat regenerasi, perluasan basis nasabah, sekaligus penguat peran LPD sebagai penggerak ekonomi desa adat,” katanya. ***